
Geriatri - Meningkatnya jumlah penduduk lansia kini menjadi tantangan besar di berbagai negara, termasuk China dan Indonesia. Fenomena aging population atau populasi menua membuat banyak negara mulai memperkuat sistem perlindungan sosial, layanan kesehatan, hingga perawatan jangka panjang bagi lansia.
China menjadi salah satu negara yang bergerak cepat menghadapi lonjakan populasi lansia. Dikutip dari Xinhua, pemerintah China pada Maret 2026 resmi meluncurkan sistem asuransi perawatan jangka panjang nasional (long-term care insurance) untuk membantu lansia dan penyandang disabilitas yang membutuhkan bantuan dalam kehidupan sehari-hari. Sistem ini dirancang untuk memberikan dukungan layanan perawatan sekaligus bantuan pembiayaan medis.
Melalui program tersebut, dana asuransi dapat digunakan untuk membiayai layanan seperti bantuan makan, mandi, kebersihan pribadi, pemeriksaan kesehatan, hingga rehabilitasi dasar. Pemerintah China menyebut program ini sebagai bagian penting dari sistem jaminan sosial nasional dalam menghadapi populasi menua yang berkembang sangat cepat.
Dilansir dari Reuters, China diperkirakan akan memiliki lebih dari 400 juta penduduk usia 60 tahun ke atas pada tahun 2035. Kondisi itu mendorong pemerintah mengembangkan berbagai kebijakan ramah lansia, mulai dari layanan kesehatan, penguatan silver economy, hingga teknologi perawatan lansia berbasis komunitas.
Di Indonesia, tantangan serupa mulai terasa. Data Survei Penduduk Antar Sensus (SUPAS) 2025 dari Badan Pusat Statistik menunjukkan persentase lansia Indonesia telah mencapai 11,97 persen dari total penduduk. Artinya, Indonesia resmi masuk fase aging population.
Pemerintah Indonesia kini mulai memperkuat konsep care economy atau ekonomi perawatan berbasis keluarga dan komunitas. Melalui Kemendukbangga/BKKBN dan Kementerian Kesehatan, pemerintah mendorong layanan kesehatan ramah lansia, Sekolah Lansia, hingga pendampingan perawatan jangka panjang (long term care).
Tidak hanya soal kesehatan, pemerintah juga mulai melihat lansia sebagai bagian dari potensi ekonomi melalui pengembangan silver economy, yakni sektor ekonomi yang berfokus pada kebutuhan dan produktivitas lansia.
Peringatan Hari Lanjut Usia Nasional (HLUN) 2026 menjadi momentum bagi Indonesia dalam memperkuat komitmen menuju negara ramah lansia. Berbagai pihak mulai mendorong pembangunan kota ramah lansia, fasilitas kesehatan yang lebih inklusif, serta lingkungan sosial yang mendukung lansia tetap aktif dan mandiri.
Fenomena populasi menua kini bukan lagi persoalan masa depan, melainkan tantangan yang sudah terjadi saat ini. China dan Indonesia menunjukkan bahwa membangun sistem ramah lansia membutuhkan kolaborasi besar, mulai dari pemerintah, tenaga kesehatan, komunitas, hingga keluarga.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri