Kenapa Saat Lansia Jadi Kurus dan Pendek?


Berita Lansia - Bentuk tubuh kita berubah secara alami seiring bertambahnya usia. Anda tidak dapat menghindari beberapa perubahan pada tubuh.  Meski begitu, pilihan gaya hidup dapat memperlambat atau mempercepat proses perubahan bentuk tubuh.

2020-02-29 15:46:50

Geriatri.id - Bentuk tubuh kita berubah secara alami seiring bertambahnya usia. Anda tidak dapat menghindari beberapa perubahan pada tubuh.  

Meski begitu, pilihan gaya hidup dapat memperlambat atau mempercepat proses perubahan bentuk tubuh.

Perlu kita tahu, tubuh manusia terdiri dari lemak, jaringan tanpa lemak (otot dan organ), tulang, dan air.

Setelah usia 30, orang cenderung kehilangan jaringan tanpa lemak. Otot, hati, ginjal, dan organ-organ lain mungkin akan kehilangan sebagian sel-selnya.

Proses kehilangan otot ini disebut atrofi.

Nah, tulang dapat kehilangan sebagian mineral yang terkandung di dalamnya dan menjadi kurang padat (suatu kondisi yang disebut osteopenia pada tahap awal dan osteoporosis pada tahap selanjutnya).

Kehilangan jaringan akan mengurangi jumlah air dalam tubuh.

Kemudian, jumlah lemak tubuh naik terus setelah usia 30 tahun.

Orang yang lebih tua mungkin memiliki hampir sepertiga lebih banyak lemak dibandingkan dengan ketika mereka masih muda.

Jaringan lemak menumpuk menuju pusat tubuh, termasuk di sekitar organ internal. Namun, lapisan lemak di bawah kulit semakin kecil.


Selanjutnya, seperti dikutip dari medlineplus.gov, kecenderungan untuk menjadi lebih pendek terjadi di antara semua ras dan jenis kelamin pria maupun wanita.

Tubuh menjadi memendek terkait dengan perubahan penuaan pada tulang, otot, dan sendi.

Seseorang biasanya kehilangan hampir satu setengah inci (sekitar 1 sentimeter) setiap 10 tahun setelah usia 40 tahun.

Kehilangan tinggi badan bahkan lebih cepat setelah usia 70 tahun.

Seorang lansia mungkin kehilangan tinggi total 1 hingga 3 inci (2,5 hingga 7,5 sentimeter).

Seseorang dapat mencegah penurunan berat badan dengan melakukan diet sehat, tetap aktif secara fisik, dan mencegah serta mengobati keropos tulang.

Kurangnya otot-otot kaki dan persendian yang kaku dapat membuat bergerak lebih sulit.

Kelebihan lemak tubuh dan perubahan bentuk tubuh bisa memengaruhi keseimbangan tubuh.

Perubahan tubuh ini bisa membuat risiko terjatuh.

Perubahan total berat badan bervariasi baik pria dan wanita.


Pria sering bertambah berat badan sampai sekitar usia 55 tahun.

Kemudian berat badannya mulai turun di kemudian hari. Ini mungkin terkait dengan penurunan testosteron hormon seks pria.

Kemudian, wanita biasanya bertambah berat badan sampai usia 65.

Kemudian mulai turun kembali. Penurunan berat badan di kemudian hari terjadi sebagian karena lemak menggantikan jaringan otot tanpa lemak, dan lemak lebih kecil dari otot.

Melakukan diet dan olahraga berperan besar dalam perubahan berat badan seseorang selama hidupnya.

Pilihan gaya hidup memengaruhi seberapa cepat proses penuaan terjadi.

Adapun hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi perubahan tubuh terkait usia adalah:

  • Olahraga teratur.
  • Konsumsilah makanan sehat yang mencakup buah-buahan dan sayuran, biji-bijian utuh dan lemak sehat dalam jumlah yang tepat.
  • Hindari merokok dan obat-obatan terlarang.***(hil)

Ilustrasi: freepik.com

geriatri,gerontologi,lansia,lansiasehat,lanjutusia,usialanjut

ARTIKEL LAINNYA

Apa yang Harus Dilaksanakan Sebelum Caregiver Memulai Tugasnya

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026