Tips Meracik Daging Merah Tanpa Mengabaikan Jantung


Memasak daging merah dengan banyak minyak akan menambah kandungan kadar lemak.

2026-05-11T07:08

Geriatri – Sebentar lagi kita akan memasuki Hari Raya Idul Adha, yang juga dikenal sebagai Idul Qurban. Pada momen ini, penting untuk tetap bijak dalam mengonsumsi daging merah agar dapat mengurangi risiko penyakit jantung.

Daging sapi atau daging merah memang sangat menggoda. Sayangnya, kandungan lemak jenuh dan kolesterol pada daging merah sering dikaitkan dengan penyakit jantung. 

Penyakit jantung adalah salah satu penyakit yang dikaitkan dengan kelompok lanjut usia (lansia). Namun saat banyak penderita yang berusia muda.

Data Riskesdas tahun 2013 menunjukkan prevalensi tertinggi dari berbagai jenis penyakit kardiovaskular di Indonesia adalah penyakit jantung koroner (serangan jantung) sebesar 1,5% atau sekitar 2.650.340 orang. 

Angka kematian yang disebabkan penyakit jantung juga sangat tinggi. Survei Sample Registration System (SRS) pada 2014 menunjukkan penyakit jantung koroner menjadi penyebab kematian tertinggi di Indonesia sebesar 12,9% setelah stroke. 

Jika merasa belum siap meninggalkan daging merah, berikut tiga cara agar mengolahnya mengurangi risiko penyakit jantung:

1. Pilih daging merah bebas lemak

Saat mengolah daging, pastikan hanya menggunakan bagian daging bebas lemak. Jangan ditambahkan dengan jaringan lemak yang menempel pada daging karena akan menambah kandungan lemak. Jika ditambahkan, kadar lemak, trigliserida dan kolesterol dalam darah akan meningkat.

2. Hindari menggoreng daging merah

Hindari memasak daging merah dengan cara menggoreng meski menggunakan minyak yang terkenal lebih sehat. Memasak daging merah dengan banyak minyak akan menambah kandungan kadar lemak.

Selain itu, proses menggoreng dalam suhu tinggi akan mengubah asam lemak tidak jenuh menjadi asam lemak jenuh.

3. Daging merah sebagai pelengkap sajian

Jika selama ini daging merah menjadi menu utama saat makan, sudah saatnya mengubah dan menjadikannya sajian pelengkap. Artinya menjadikan daging merah sebagai pelengkap rasa, bukan menu utama. Misalnya, memasukkan sedikit irisan daging merah bebas lemak ke dalam sup sayuran.  

Dengan menerapkan tiga cara itu, orang masih bisa mendapatkan manfaat zat gizi dari daging merah dengan tetap menjaga kesehatan jantung.

daging merah,tips makan lansia,tips makanan lansia,sapi,daging sapi,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Layanan Konsultasi bagi Jamaah Haji Lansia dan Keluarga

Libur 4 Hari Tanpa Ribet, Naik TransJakarta Aja!

Memahami Hipertensi (4): Proses Terjadinya Hipertensi pada Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026