
Geriatri - Nama saya dr. I Gusti Lanang Arthawijaja, Sp.PD., M.H. Saya lahir pada 20 Februari 1945. Bersama istri, saya dikaruniai tiga orang anak dan ketiganya telah menjadi dokter pula.
Huruf “S” di belakang nama saya bukan sekadar gelar, tapi bagian dari identitas saya sebagai Spesialis Penyakit Dalam—bidang yang sangat saya cintai. Karena di situlah saya merasa benar-benar bisa hadir dan berguna untuk orang lain.
Hari-hari saya cukup padat. Saya bertugas sebagai dokter penanggung jawab unit hemodialisa di RS Jatiroto, Lumajang. Setiap pagi juga menyempatkan diri berjalan ke RS Islam, serta menjalankan amanah sebagai Ketua Komite Etik dan Hukum di RS Wijaya Kusuma Lumajang.
Dari perjalanan itu, saya “dipertemukan” dengan kebutuhan untuk belajar hukum. Akhirnya saya mengambil program Magister Hukum. Masih ingat betul, saat pertama masuk, ketua Prodi bertanya, “Profesinya apa?” Begitu tahu saya seorang dokter, tanpa ragu saya langsung diberi topik tesis: euthanasia.
Topik yang tidak ringan. Karena di situlah realita sering terjadi—ketika seorang dokter harus berhadapan dengan penyakit yang sudah tidak bisa disembuhkan, sementara harapan dari sisi medis hampir tidak ada.
Di titik itu, saya mulai belajar. bahwa tidak semua hal bisa kita kendalikan. Kadang kita hanya perlu melepaskan, dan membiarkan hidup berjalan sebagaimana mestinya.
Seperti yang pernah dikatakan Aristoteles, bahwa segala sesuatu terjadi karena suatu alasan. Setiap pengalaman—baik atau buruk—sebenarnya sedang membentuk kita, pelan-pelan, menjadi versi terbaik dari diri kita sendiri.
Karena itu, ketika kita belajar atau kuliah, esensinya bukan sekadar hadir atau lulus. Tapi bagaimana kita benar-benar bertumbuh dari proses itu.
Saya bersyukur pernah meraih IPK 4,0. Tapi justru dari situ saya semakin sadar, bahwa “di atas langit masih ada langit”. Hidup bukan soal terlihat hebat, tapi soal seberapa banyak kita bisa memberi manfaat untuk sesama.
Setiap pagi sebelum mulai bertugas, saya selalu meluangkan waktu untuk bermeditasi. Memohon ketenangan, kedamaian, dan petunjuk dalam menjalani hari. Saya juga membiasakan diri mendengarkan musik dan berolahraga ringan seperti angkat beban.
Selain menjaga tubuh tetap bugar, saya percaya ini juga bisa membantu mencegah demensia—penyakit yang semakin sering kita temui hari ini.
Dari semua perjalanan ini, ada beberapa hal sederhana yang ingin saya bagikan, terutama untuk sahabat-sahabat lansia: bahwa setiap kegagalan selalu menyimpan pelajaran. Intuisi itu penting untuk dipercaya, dan keyakinan adalah bahan bakar untuk terus melangkah. Bangun energi positif dalam diri, karena dari situlah mimpi perlahan menemukan jalannya.
Saya juga teringat sebuah pesan dari dr. Boyke, bahwa “lelaki yang bahagia adalah yang sehat, mampu mencintai dan dicintai, mandiri secara finansial, bermanfaat bagi orang lain, dan tidak lupa bersyukur setiap saat”. Sederhana, tapi dalam.
Saat wisuda, ada seorang guru besar yang bertanya kepada saya, “Apa rahasianya bisa tetap sehat sampai usia 80 tahun?” Saya jawab spontan, “Jalan pagi, makan secukupnya, dan bernyanyi.” Tiga hal sederhana, tapi kalau dijalani dengan konsisten, dampaknya luar biasa.
Pada akhirnya, hidup ini bisa diringkas dalam satu kalimat: Do good and be good. Berbuat baik, dan menjadi orang baik. Karena sejatinya, kebaikan dan kebenaran itu sudah ada di dalam hati kita—tinggal bagaimana kita memilih untuk menggunakannya.
Memang, tidak mudah hidup tanpa pamrih. Tapi justru di situlah letak kekuatannya.
Ketika kita bekerja bukan karena uang atau pujian, tapi karena panggilan hati—akan muncul energi besar yang mampu mengubah banyak hal.
Saya merasakan itu ketika mendampingi pasien-pasien gagal ginjal yang harus menjalani cuci darah. Mereka berjuang setiap hari. Kalau tidak dijalani, kondisi bisa berujung terminal. Kalau dijalani, masih ada harapan untuk bertahan.
Di situlah saya selalu mengingatkan diri sendiri dan juga pasien: bahwa saya hanya menjalankan tugas sebagai dokter. Tapi mereka adalah pejuang kehidupan.
Tuhanlah yang menjadi Maha Penyembuh.
***
Sudah daftar pelatihan caregiver? Silakan klik di sini
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri