
Geriatri - Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) baru saja mengonfirmasi hal penting: Indonesia resmi memasuki era aging population. Dengan proporsi lansia yang menyentuh angka 11,97%, Indonesia bukan lagi negara "muda", melainkan negara yang sedang bertransformasi secara struktural.
Demikian disampaikan Kepala BPS Amalia Adininggar, setelah mengumumkan hasil Survei Penduduk Antar Sensus (Supas) yang dilakukan di sepanjang 2025, hari Selasa (5/5/2026).
Ada beberapa poin krusial yang perlu disoroti:
- Pergeseran Piramida.
Struktur umur Indonesa mulai "menggemuk" di bagian atas (usia 65+) dan menyempit di bagian bawah (0-14 tahun). Ini artinya, angka kelahiran melambat sementara angka harapan hidup meningkat.
- Rasio Ketergantungan (45,05).
Angka ini adalah alarm. Setiap 100 orang usia produktif kini harus menanggung beban ekonomi sekitar 45 orang usia non-produktif. Jika produktivitas kita jalan di tempat, beban ini akan terasa sangat berat secara makro.
- Ketimpangan Wilayah.
Fenomena ini tidak merata. Jawa dan Bali (khususnya DIY di angka 17,83%) sudah jauh di depan dalam hal penuaan penduduk dibanding wilayah Timur.
Pemerintah dan sektor swasta tidak bisa lagi hanya terobsesi pada pasar Gen Z atau Milenial. Indonesia butuh ekosistem Silver Economy yang kuat—mulai dari layanan kesehatan yang terjangkau, infrastruktur kota ramah lansia, hingga skema dana pensiun yang lebih berkelanjutan.
Fenomena ini adalah pengingat bahwa struktur keluarga Indonesia sedang bergeser. Isu kesehatan, fasilitas umum ramah lansia, dan jaminan hari tua bukan lagi sekadar bahasan di berita, tapi bakal jadi realita di depan mata setiap hari.
=====
Sudah daftar pelatihan caregiver? Silakan klik di sini
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri