Mayoritas Caregiver Adalah Keluarga, tanpa Pelatihan Formal


Banyak orang tidak sadar bahwa caregiving itu butuh skill, seperti mengelola obat  atau menangani demensia atau perubahan perilaku.

2026-05-05T13:14

Geriatri - Fenomena ini memang nyata dan terjadi di banyak negara: mayoritas caregiver (perawat lansia atau orang sakit) adalah anggota keluarga sendiri—anak, pasangan, atau kerabat—dan seringkali tanpa pelatihan formal. 

Ini bisa dijelaskan dari beberapa sisi:

1. Faktor budaya & nilai keluarga

Di banyak budaya (termasuk Indonesia), merawat orang tua dianggap tanggung jawab moral. Ada nilai “balas budi” atau kewajiban anak terhadap orang tua, sehingga keluarga merasa tidak perlu orang luar.

2. Akses & biaya layanan profesional

Layanan caregiver profesional atau panti sering:

• Mahal 
• Tidak tersedia merata

Akibatnya, keluarga menjadi pilihan paling realistis. 

3. Kepercayaan & kenyamanan

Keluarga cenderung lebih dipercaya:

• Lebih memahami kebiasaan lansia 
• Lansia merasa lebih aman dengan orang yang dikenal 

4. Kurangnya edukasi tentang caregiving

Banyak orang tidak sadar bahwa caregiving itu butuh skill, seperti:

• Mengangkat pasien dengan aman 
• Mengelola obat 
• Menangani demensia atau perubahan perilaku 

Karena kurangnya edukasi, mereka merasa: “Ini cuma bantu orang tua, bisa dipelajari sambil jalan.”

5. Sistem kesehatan belum terintegrasi

Di banyak tempat, belum ada sistem yang:
• Memberikan pelatihan caregiver keluarga 
• Memberikan pendampingan rutin 
• Mengakui caregiver sebagai bagian dari sistem kesehatan 

6. Dampak dari kondisi ini

Karena tanpa pelatihan, sering muncul:

Burnout caregiver (lelah fisik & mental) 
• Kesalahan perawatan (misalnya obat, nutrisi, mobilisasi) 
• Stres emosional dan konflik keluarga 

Caregiver keluarga itu tulang punggung perawatan lansia, tapi mereka “dipaksa kompeten” tanpa pernah benar-benar dipersiapkan.

 
=====

Sudah daftar pelatihan caregiver? Silakan klik di sini
 


 

caregiver,merawat lansia,masalah caregiver di indonesia,lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Cara Memilih Tensimeter yang Cocok di Rumah

Layanan Konsultasi bagi Jamaah Haji Lansia dan Keluarga

Libur 4 Hari Tanpa Ribet, Naik TransJakarta Aja!

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026