Makin Tua Lebih Mudah Marah, Gak Juga Tuh


Pada penelitian tersebut, ditemukan adanya apa yang mereka sebut sebagai "kesejukan senior", yaitu kemampuan untuk tetap tenang dalam menghadapi keterbatasan di usia tua.

2026-05-03T14:16

Geriatri - Mungkin kita sering mendengar stigma yang menyatakan bahwa seseorang semakin tua semakin sering marah-marah. Namun, apakah stigma tersebut memiliki dasar ilmiah?

Sebuah studi yang dilakukan di Swiss oleh para peneliti Jerman, Harm-Peer Zimmermann dan Heinrich Grebe, menemukan hasil yang bertentangan dengan stereotipe tersebut.

Para peneliti mengidentifikasi dua periode usia lanjut dengan karakteristik yang sangat berbeda. Pertama, dari usia 65 hingga 80 tahun, yang digambarkan dengan positif, di mana individu memiliki kesempatan yang lebih besar untuk mengejar keinginan mereka setelah pensiun.

Kedua, lansia di atas usia 80 tahun, yang cenderung digambarkan dengan pesimisme, penurunan fisik dan mental yang cepat, risiko demensia, serta hilangnya identitas dan martabat.

Dalam penelitian tersebut, para peneliti menemukan adanya apa yang mereka sebut sebagai "kesejukan senior" (senior coolness), yaitu kemampuan untuk tetap tenang dalam menghadapi keterbatasan di usia tua.

Contohnya adalah tidak mudah marah atas kehilangan dan keterbatasan, serta mampu melihat segalanya dengan humor.

Menariknya, kesejukan senior ini tidak terbatas pada kondisi kehidupan tertentu.

Para peneliti menemukan contoh-contoh ini pada wanita dan pria, individu dengan berbagai tingkat pendapatan, individu dengan atau tanpa disabilitas, dan mereka yang tinggal di rumah atau panti jompo.

Kepribadian orang-orang lanjut usia ini cenderung matang karena penurunan neurotisisme dan peningkatan keramahan.

Dilansir dari ScienceFocus, penelitian lain yang dilakukan oleh ilmuwan Denmark-Amerika Serikat (AS) Erik Erikson menunjukkan bahwa orang yang berusia di atas 65 tahun mengalami pertarungan psikologis antara integritas dan keputusasaan.

Menurut Erikson, usia lanjut adalah tahap terakhir dari teori perkembangan hidup yang dikembangkannya.

Dia menjelaskan bahwa individu yang melihat hidup mereka dengan kekecewaan dan penyesalan cenderung merasakan keputusasaan, yang dapat mengakibatkan kepahitan dan sikap yang galak.

Sebaliknya, individu yang merasa telah melakukan yang terbaik yang mereka bisa dan menerima hidup mereka dengan penuh makna cenderung menghindari kepahitan dan bahkan menemukan kedamaian dan kebijaksanaan dalam proses penuaan.

senior coldness,lebih tua lebih mudah marah,lansia ramah,lansia bahagia

ARTIKEL LAINNYA

Cara Memilih Tensimeter yang Cocok di Rumah

Layanan Konsultasi bagi Jamaah Haji Lansia dan Keluarga

Libur 4 Hari Tanpa Ribet, Naik TransJakarta Aja!

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026