
Siapa bilang kalau orang yang sudah sepuh (baca: lansia) tidak bisa berjualan khususnya di bulan puasa? Tidak ada masalah asalkan kondisi fisiknya sehat wal afiat.
Banyak kok sisi positifnya, tapi tetap perlu bijak melihat situasinya. Pertama, selama lansia tetap aktif dan produktif, silakan. Dengan berjualan, dia merasa “bergairah”, “semangat”, dan punya rutinitas lagi. Dan yang tak kalah penting adalah si lansia tidak merasa “tidak berguna”.
Kedua, ada interaksi sosial di dalam kehidupan berjualan. Dengan ramainya jelang berbuka, lansia menjadi bertemu dengan banyak orang. Mereka juga tidak mudah kesepian dan, apalagi, merasa dihargai. Hal ini penting banget, karena kesepian sering jadi masalah besar pada lansia.tiga,
Ketiga adalah lansia merasa mandiri. Berjualan itu memberi rasa percaya diri bahwa dirinya masih mampu menghasilkan. Harga dirinya juga tetap terjaga dan tidak sepenuhnya bergantung pada anak. Dan bagi sebagian lansia, ini jauh lebih penting daripada sekadar uangnya.
Meski begitu, ada hal yang perlu dipertimbangkan, terutama masalah kesehatan. Kalau punya, misalya, diabetes tidak terkontrol, hipertensi berat, atau mudah dehidrasi, maka puasa sambil berjualan bisa jadi berisiko.
Jam Berjualan juga. Idealnya berjualan tidak terlalu siang untuk menghindari panas terik. Katakanlah, untuk jualan mendingan fokus menjelang berbuka, misalnya jam 15.30 sampai 18.00.
Kalau bisa, ada pendampingan saat berjualan. Kalau bisa anak atau cucu yang membantu pas persiapan. Lansia akan aman jika tidak dibiarkan terlalu lama dan terlalu lelah.
Semangat!
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri