Kelas CG 2026: Pelatihan Caregiver buat Lansia Pakai Hati


Caregiver atau pengasuh lansia saat ini sangat dibutuhkan. Jika sulit mencari tenaga terampil atau caregiver bersertifikat, lansia mau tidak mau mengandalkan anggota keluarga terdekat. Sayangnya, tidak banyak pelatihan caregiver bagi keluarga. 

2026-02-19T15:51

Hutri tidak ragu saat ditawarkan oleh dokter Ika Fitriana untuk mengikuti kelas caregiver. Hutri yang mengasuh ibu dengan demensia bersemangat karena apa yang sudah dijalankan selama ini tetap perlu dijelaskan kembali. Apalagi dokter Ika yang selama ini mendampingi perawatan juga menjadi pembicara di Kelas CG 2026, pelatihan Caregiver Lansia oleh Geriatri-ID yang didukung juga oleh Parenty, Popok dewasa. 

Tidak hanya Hutri, peserta lainnya San Yasdi senang karena bisa bertanya banyak mengenai kondisi ayahnya. Penjelasan dari para dokter ahli geriatri atau lansia serta tenaga kesehatan khusus ini juga sangat mudah dimengerti. Bagi pekerja media ini informasi mengenai lansia dan perawatannya masih sedikit. Seringkali keluarga menganggap konsultasi di fasilitas kesehatan akan cukup. Alih-alih paham, keluarga sudah terlanjur sibuk dan panik saat lansia dibawa ke rumah sakit. Pelatihan caregiver selama dua hari ini, 10 dan 11 Februari 2026 di gedung Cimandiri One, Jakarta Pusat berisikan materi pengetahuan medis soal geriatri hingga praktek seperti ambulasi atau pergerakan membantu lansia serta menghitung gizi harian. 

Dokter Edy Rizal Wahyudi, ahli Geriatri senior di Indonesia membuka hari pertama dengan menerangkan perbedaan mendasar antara lansia dan geriatri. Populasi dunia dengan jumlah lansia yang semakin banyak, termasuk di Indonesia, membuat warga di atas 60 tahun belum tentu dalam keadaan prima. Penurunan kondisi dan fungsi tubuh karena usia membuat geriatri menjadi fokus khusus di bidang medis. Terkadang perawatan yang tidak tepat justru menjadi penyebab lansia sakit atau justru semakin parah.

Peserta kelas pun tidak menyia-siapkan kesempatan tanya jawab dengan dokter Edy. Pertanyaan tidak terbatas perawatan lansia di rumah dan faskes namun juga pertanyaan apakah Indonesia sudah siap saat lansia semakin banyak. Saat ini jumlah lansia terus bertambah hingga 12% populasi. 

Sesi siang, peserta yang jumlah dibatas 20 orang ini semakin bersemangat. Maklum mereka berhadapan dengan dua pemateri yang mengajak praktek langsung dalam mengasuh lansia. Fisioterapi senior, Tri Pujiastuti yang baru saja pensiun dari RSCM mengisi materi pergerakan pada lansia. Sementara materi gizi dengan simulasi memilih menu disajikan oleh ahli diet Dhi Ajeng Kusuma. Peserta Mengaku waktunya sangat terbatas untuk kedua sesi praktek tersebut.

Sesi pelatihan gerak pada lansia bersama ibu Tuti juga dilengkapi dengan latihan pemasangan popok pada lansia yang didukung oleh Parenty. Agung Hussain dari Parenty mengapresiasi kepedulian caregiver untuk memastikan kenyamanan lansia beraktivitas. Termasuk dalam penggunaan popok yang mudah menyerap dan mudah digunakan. 

Hari kedua, suasana kelas kembali hidup dengan penjelasan materi dan praktek dari dokter geriatri klinik yaitu dokter Wanarani Aries ahli rehabilitasi medis Geritari serta Dokter Ika Fitriana ahli geriatri. Dokter Wini mengaku senang dengan antusiasme peserta karena banyak hal yang ingin mereka gali. Pertanyaan bagaimana lansia dengan gangguan pergerakan sehingga harus diterapi menjadi pertanyaan yang banyak diajukan oleh peserta. 

Begitu juga di sesi terakhir bersama dokter Ika. Penjelasan dalam perawatan lansia yang terkadang tidak mudah sehingga harus bolak-balik antara rumah dan faskes harus disiasati dengan caregiver yang terampil. Terkadang membawa lansia ke rumah sakit yang terlampau sering pun sudah tidak lagi tepat. Dokter Kiki Fatihah, seorang dokter home care yang kerap visite ke rumah mengingatkan bahwa keluarga tetap harus melakukan pemeriksaan mandiri agar kondisi lansia tetap terpantau. Pemeriksaan minimal diantaranya adalah mencatat tensi darah, kadar gula darah dan lainnya yang kini bisa dipantau dengan gawai medis yang canggih. 

Kelas CG 2026, pelatihan caregiver lansia oleh Geriatri-ID atau kembali dibuka setelah jeda memasuki bulan puasa. Kelas pun akan dibuat secara periodik dengan tema lebih beragam agar kebutuhan caregiver bisa dipenuhi sesuai dengan kasus yang tengah dihadapinya. Nantikan informasi terbaru mengenai Kelas CG 2026 di situs dan media sosial Geriatri-ID. 

Geriatri,Lansia Indonesia,Geriatri Sehat,Perawatan Lansia,Kelas Caregiver

ARTIKEL LAINNYA

Oma Maretta Mengenang Suatu Angkot di Pecangaan

Gula Aren Baik kok, Asalkan Dikonsumsi Dalam Batas Wajar

Hm, Teh Bunga Telang Sudah Dicoba Belum?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026