Hidup Sehat ala Oma Elisa


Untuk itu, cobalah bergabung dengan komunitas yang kita minati, yang dapat membuat jiwa  tenang serta memberikan kesempatan untuk berkumpul dan berdiskusi dengan orang lain.

2026-02-19T14:42

Nama komplet saya Dra. Hj. Elisa Mojowarni. Tapi saya sering dipanggil cukup dengan "Bu Elisa". Saya adalah pensiunan di tahun 2020. Dari 1986, saya mengajar di SMA Negeri Karanganom, Klaten, dengan kimia sebagai pelajaran favorit -- dan itu sebabnya saya suka sekali menjadi pengajar mata pelajaran tersebut.

Oya, saya dikaruniai tiga orang anak dengan empat cucu. Suami saya dijemput Allah ketika dia masih berusia “puncak”, yaitu di umur 47 tahun. Waktu itu dia harus menghadapi cuci darah selama dua tahun, karena gagal ginjal. Qadarullah ya  :-D

Setelah pensiun saya pilih beberapa komunitas yang memang saya sukai. Selain pengajian saya juga mengambil komunitas renang, gowes, dan senam. Saya juga suka menyanyi sejak kecil dan sekarang punya grup Qasidah Prima Nada, yang pernah menjadi juara 2 tingkat propinsi lho, hehehe.  Sekarang saya juga ikut komunitas LPG (Laga Purnagita), di bawah asuhan Tetty Kadi.

Oma Opa, di dalam menjalin hubungan sosial dengan teman-teman baru sesama senior, saya ikut komunitas LOL (Lansia On Line) mulai tahun 2020. Ternyata banyak sekali manfaatnya lho. Kita mendapat banyak ilmu baru, seperti kesehatan, keagamaan, dan lain-lain.

Saya selalu teringat betul suasana keakraban pada pertemuan pertama di Yogyakarta tahun 2023. Heboh banget, apalagi itulah pertemuan pertama kali kita sejak era Covid 19. Begitu pula pada pertemuan kedua kami di Bogor tahun 2025. Pokoknya seruuuuu , hahaha. Alhamdulillah, yang belum kenal saat itu sudah menjadi seperti saudara.

Dari situ, saya telah mendapat “wangsit”, apa yang mesti dilakukan. Pertama, mulailah merencanakan aktivitas apa yang ingin kita lakukan saat sudah pensiun. Ada banyak hal yang bisa dilakukan, tapi utamakan kegiatan yang sekiranya bisa membuat  senang.

Kita bisa mengunjungi cucu selama beberapa hari, mencoba berbagai resep masakan baru, membuka usaha kecil-kecilan, atau menjadi sukarelawan di sebuah panti asuhan. Dengan melakukan berbagai kegiatan yang Anda senangi, maka masa pensiun Anda akan terasa berarti.

Kedua, melatih otak. Pensiun tidak berarti tua dan pikun. Melakukan berbagai kegiatan yang bisa melatih otak, setelah pension, bisa menjaga ketajaman otak dalam berpikir dan mengingat. Ini bahkan sama pentingnya dengan melatih fisik.

Beberapa kegiatan menyenangkan yang bisa dilakukan untuk menjaga kesehatan otak dan ketajaman pikiran antara lain bermain kartu, bermain catur, membaca, menonton sepakbola, atau menjelajah berbagai tempat yang belum pernah di kunjungi sebelumnya.

Ketiga adalah tetap bersosialisasi. Sebagai makhluk sosial, kita  tetap perlu bersosialisasi dengan orang lain setelah pensiun. Hubungan sosial dapat mencegah depresi yang bisa saja terjadi di masa pensiun.

Untuk itu, cobalah bergabung dengan komunitas yang kita minati, yang dapat membuat jiwa  tenang serta memberikan kesempatan untuk berkumpul dan berdiskusi dengan orang lain.

Keempat adalah mempersiapkan kondisi keuangan. Biasanya orang yang akan pensiun memiliki kekhawatiran mengenai kecukupan dana untuk pensiun, terutama untuk biaya kesehatan. Oleh sebab itu, persiapan dana pensiun sudah harus dimulai saat kita masih bekerja.

Sebelum pensiun, perlu menghitung perkiraan biaya hidup per bulan setelah berhenti bekerja. Setelah itu, tentukan pilihan apakah ingin menabung atau melakukan investasi jangka panjang

Usahakan juga untuk mendaftar asuransi kesehatan sebelum pensiun, karena pengeluaran biaya untuk kesehatan cenderung tidak bisa diduga waktu dan jumlahnya. Kita bisa mendaftar berbagai asuransi kesehatan swasta atau bisa juga memanfaatkan jaminan kesehatan nasional (JKN) yang disediakan oleh pemerintah.

Yang kelima adalah menjaga pola hidup sehat. Agar masa pensiun bisa dijalani dengan sehat, cobalah untuk menghindari berbagai kebiasaan buruk, seperti merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol. Kebiasaan-kebiasaan ini bisa menyebabkan penuaan dini dan membuat kita lebih berisiko mengidap berbagai penyakit kronis.

Selain itu, jagalah pola makan yang sehat dengan makanan yang bergizi seimbang. Meskipun Anda memiliki banyak waktu luang, isi waktu  dengan bergerak aktif dan hindari tidur terlalu malam. Sempatkan pula untuk melakukan olahraga ringan setidaknya selama 30 menit sehari.

Dan yang terakhir adalah memeriksakan kesehatan secara berkala. Mengecek kesehatan secara rutin juga merupakan salah satu hal yang penting untuk kita lakukan, demi menikmati hari tua dengan sehat dan nyaman.

Setiap orang mungkin memiliki ketakutan atau harapan mengenai masa pensiunnya. Namun, apapun sudut pandangnya terhadap pensiun, persiapan yang matang diperlukan bagi semua orang untuk bisa menikmati masa pensiun yang indah dan bahagia.

Bravo, Oma Opa!

 

cerita lansia,cerita dari lansia

ARTIKEL LAINNYA

Catatan Akhir Puasa Ramadan 2026

Tips Mudik Aman untuk Lansia

Meditasi di Momen Hari Raya Nyepi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026