
Minum kopi dan teh sebenarnya tidak dianjurkan selama bulan puasa. Karena kedua minuman itu mengandung kafein yang dapat meningkatkan frekuensi buang air kecil.
Menurut FDA yang dikutip dari Mayo Clinic, batas aman konsumsi kafein harian untuk orang dewasa adalah 400 mg. Jika terlalu banyak minum kopi dan teh selama Ramadan, beberapa efek samping berikut bisa terjadi:
Sering Buang Air Kecil
Kafein menstimulasi kandung kemih sehingga Anda lebih sering buang air kecil. Saat puasa, kehilangan cairan ini bisa menyebabkan dehidrasi dan rasa haus berlebihan.
Meningkatkan Kecemasan
Kafein menghalangi efek adenosin, zat kimia otak yang membuat tubuh rileks, serta memicu pelepasan adrenalin. Akibatnya, Anda bisa merasa lebih cemas, gelisah, atau bahkan sulit fokus selama berpuasa.
Tekanan Darah Tinggi
Meski tidak selalu meningkatkan tekanan darah secara langsung, kafein bisa merangsang sistem saraf yang membuat tekanan darah naik. Jika dikonsumsi berlebihan, hal ini bisa meningkatkan risiko penyakit jantung dan stroke.
Jantung Berdebar Lebih Cepat
Efek stimulasi kafein juga bisa membuat detak jantung lebih cepat dari biasanya, bahkan menyebabkan aritmia atau gangguan irama jantung.
Kelelahan Berulang
Meski awalnya kafein memberikan dorongan energi, efek ini hanya sementara. Saat kadar kafein dalam tubuh turun, Anda bisa mengalami kelelahan yang lebih parah dari sebelumnya.
Gangguan Tidur (Insomnia)
Mengonsumsi teh dan kopi dalam jumlah banyak dapat mengganggu pola tidur, terutama jika diminum menjelang tidur atau berbuka puasa. Tidur yang kurang berkualitas akan membuat tubuh terasa lelah dan tidak bugar keesokan harinya.
Jika ingin menikmati minuman lebih sehat, Anda bisa mengganti teh dan kopi dengan jus buah alami, susu, atau air infused yang lebih aman bagi tubuh.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri