Awas Ada “Kurma Palsu” Selama Bulan Puasa


Kurma asli memiliki rasa manis lebih alami dan lembut serta merata pada setiap gigitan. Rasa manisnya juga meresap ke dalam jaringan buah, tidak hanya di bagian luar.

2026-02-18T07:10

Apakah ada yang disebut dengan “kurma palsu”? Hm, ada. Istilah “kurma palsu” biasanya merujuk pada kurma yang berkualitas rendah, yang dipoles agar terlihat lebih bagus.

Disebut “palsu” juga untuk merujuk pada kurma yang biasanya sudah lama disimpan, namun disegarkan lagi dengan sirup. Atau, produk olahan berbentuk kurma tapi sebenarnya campuran gula.

Jarang sekali ada kurma yang benar-benar bukan buah kurma, karena itu sulit dan tidak ekonomis. Yang lebih sering terjadi adalah penambahan gula/sirup.

Berikut beberapa ciri kurma palsu yang perlu Anda waspadai:

1. Rasa manis berlebihan dan hanya di permukaan

Cobalah mencicipi kurma yang akan Anda beli. Jika rasa manisnya terlalu kuat dan hanya terasa di permukaan, kemungkinan besar kurma tersebut telah diberi tambahan gula atau pemanis buatan. 

Kurma asli memiliki rasa manis lebih alami dan lembut serta merata pada setiap gigitan. 

Rasa manisnya juga meresap ke dalam jaringan buah, tidak hanya di bagian luar.

2. Tekstur terlalu lunak

Kurma asli cenderung memiliki tekstur lebih padat dan kenyal. Sementara itu, kurma yang telah diberi pemanis tambahan biasanya terasa lebih lunak. 

Tekstur lunak ini sering kali merupakan hasil dari proses pemanasan yang dilakukan untuk menyerapkan cairan gula ke dalam kurma. 

Jika kurma terasa terlalu lembek atau berlendir, sebaiknya waspada.

3. Mudah dikerubuti semut

Kurma asli yang tidak mengandung tambahan gula biasanya tidak akan menarik perhatian semut, meskipun dibiarkan dalam kondisi terbuka. 

Sebaliknya, kurma dengan pemanis tambahan sangat mudah dikerubuti semut karena adanya kandungan gula di permukaannya. 

Jika Anda melihat kurma yang cepat dikerubuti semut saat diletakkan di udara terbuka, kemungkinan besar kurma tersebut mengandung pemanis buatan.

Mengetahui cara membedakan kurma asli dan kurma palsu sangat penting agar Anda tidak mengonsumsi gula berlebihan, terutama saat menjalani ibadah puasa. 

Pilihlah kurma yang memiliki rasa manis alami, tekstur kenyal, dan tidak mudah menarik perhatian semut. 

Dengan begitu, Anda bisa menikmati manfaat kesehatan dari kurma yang sebenarnya tanpa risiko tambahan dari pemanis buatan

kurma,buah-buahan lansia,lansia sehat,kurma palsu

ARTIKEL LAINNYA

Jumaria, Lansia yang Jadi Ikon Haji 2026

Wisata Bareng Lansia, Siapkan 5 Hal ini

Awas, Jangan Sampai Caregiver Kecapekan

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026