Kehadiran caregiver atau perawat pendamping bagi lansia acapkali disambut dengan penolakan. Ini bukan pertanda kegagalan, melainkan fenomena psikologis yang sangat umum, di mana lansia menolak makna dari bantuan tersebut.
Mengapa Lansia Menolak? Simbol Ketergantungan
Penolakan awal sering kali bersumber dari rasa kehilangan kontrol dan harga diri. Bagi lansia, kehadiran caregiver melambangkan ketergantungan dan konfirmasi penuaan—sebuah beban psikologis yang berat.
"Saya belum selemah itu," adalah perasaan yang mendasari. Rasa takut diperlakukan seperti anak kecil, cemburu terhadap perhatian yang diberikan keluarga kepada caregiver, hingga ketakutan terhadap orang asing di ruang pribadi menjadi alasan penolakan yang sering muncul.
Bentuk Penolakan yang Halus
Penolakan jarang dilakukan secara frontal, melainkan halus, seperti:
Sikap diam atau tidak menyahut.
Ujaran sinis atau ketus.
Secara eksplisit menolak bantuan.
Membandingkan caregiver baru dengan yang lama.
Mengadu ke anggota keluarga.
Para ahli menyebut ini sebagai fase adaptasi, bukan bentuk permusuhan.
Kunci Sukses Adaptasi: Jangan 'Merebut Peran'
Kesalahan fatal yang sering dilakukan caregiver adalah terlalu cepat mengambil alih peran keluarga, terlalu protektif, atau bersikap seolah tahu segalanya. Kunci utamanya adalah memosisikan diri sebagai pembantu, bukan pengganti otoritas. Memberi pilihan kepada lansia dinilai penting untuk mengembalikan rasa kontrol diri mereka.
Membangun Kepercayaan Lewat Konsistensi
Kepercayaan harus dibangun lewat konsistensi, bukan hanya perkataan. Praktik yang efektif meliputi:
Kedisiplinan waktu.
Mengingat kebiasaan kecil (misalnya, teh favorit atau jam tidur).
Menghindari perdebatan di depan umum.
Menepati janji, sekecil apa pun.
Fase Penerimaan: Setelah 2–6 Minggu
Fase ini biasanya terjadi dalam rentang waktu 2 hingga 6 minggu. Tanda-tanda kepercayaan mulai tumbuh meliputi lansia yang mulai menyapa duluan, bertanya hal-hal pribadi ringan, mencari caregiver saat tidak ada, mau dibantu tanpa diminta, bahkan sampai membela caregiver di depan keluarga.
Namun, saat sudah diterima, penting untuk tetap mendorong kemandirian ringan, melibatkan keluarga, dan menghindari pembentukan ketergantungan emosional yang berlebihan.
Peran Keluarga Sangat Vital
Keluarga memegang peran yang sangat menentukan. Mereka wajib satu suara untuk tidak mengkritik caregiver di depan lansia dan tidak mengubah aturan seenaknya. Konflik keluarga justru menjadi faktor yang dapat memperlambat proses penerimaan caregiver.
Kesabaran, konsistensi, dan kerendahan hati menjadi modal utama bagi caregiver. Sebab, pada dasarnya, lansia sedang berduka atas hilangnya kemandirian, dan bukan sedang menolak orangnya.
Daftarkan diri Anda di Pelatihan Caregiver di sini Bit.ly/DaftarKELASCG2026