Tips Praktis untuk Caregiver: Mengatasi Perubahan Mood Mendadak pada Lansia


Segera sarankan keluarga untuk mencari bantuan tenaga kesehatan jika kondisi murung semakin parah, lansia tidur hampir seharian, menolak dirawat, atau menangis tanpa sebab jelas.

2026-01-24T08:00

Perubahan mood atau kondisi murung pada lansia sering menjadi tantangan bagi para caregiver. Alih-alih langsung memberi nasihat atau memaksa, pendekatan yang tepat dan penuh empati sangat dibutuhkan. Berikut adalah langkah-langkah yang direkomendasikan para ahli untuk menghadapi lansia yang terlihat murung, sesuai panduan bagi caregiver:

1. Amati dan Tenangkan Diri

Langkah awal yang krusial adalah pengamatan. Caregiver wajib mencatat sejak kapan kondisi murung ini muncul, apakah mendadak atau bertahap, dan apakah disertai perubahan pola tidur, makan, atau bicara. Penting untuk tidak langsung menyimpulkan sebagai "suasana hati" biasa.

2. Hadir Secara Emosional, Bukan Menggurui

Seringkali lansia murung karena merasa tidak didengar. Caregiver dianjurkan untuk duduk sejajar, melakukan kontak mata, dan menggunakan suara lembut. Kehadiran yang diam dan menemani pun sudah memberikan dampak positif, jauh lebih baik daripada berdiri sambil memberi "ceramah".

3. Gunakan Pertanyaan Terbuka yang Aman

Hindari interogasi. Ganti dengan pertanyaan terbuka yang berempati untuk memancing lansia berbagi cerita. Contohnya:

  • “Lagi capek ya hari ini?”

  • “Ada yang bikin kepikiran?”

  • “Badannya terasa enak nggak?”

4. Jangan Abaikan Faktor Fisik

Kondisi murung tidak selalu murni psikologis. Caregiver harus proaktif memeriksa faktor fisik seperti riwayat nyeri, sembelit, masalah gula darah/tekanan darah, kurang tidur, atau efek samping obat. Ketidaknyamanan fisik sangat erat kaitannya dengan penurunan mood.

(Daftarkan diri anda ke Kelas Caregiver di sini: Bit.ly/DaftarKELASCG2026)

5. Ajak Keterlibatan dalam Hal Kecil

Libatkan lansia dalam kegiatan ringan yang tidak menekan. Keterlibatan ini bisa memicu keinginan mereka untuk berinteraksi. Contohnya: memilih menu makan, menyiram tanaman, mendengarkan lagu lama, atau melipat handuk bersama.

6. Jaga Konsistensi Rutinitas Harian

Rutinitas memberikan rasa aman. Pastikan jadwal bangun, tidur, dan makan teratur. Paparan cahaya matahari pagi dan aktivitas ringan harian sangat membantu. Kondisi murung sering muncul saat hari-hari terasa "kosong" tanpa struktur.

7. Komunikasi Profesional dengan Keluarga

Caregiver memiliki tanggung jawab profesional untuk melaporkan jika kondisi murung lansia berlangsung beberapa hari, atau jika lansia mulai menarik diri dan menolak makan. Hal ini tidak boleh dipendam sendiri.

8. Kenali Tanda Perlunya Bantuan Medis

Segera sarankan keluarga untuk mencari bantuan tenaga kesehatan jika kondisi murung semakin parah, lansia tidur hampir seharian, menolak dirawat, atau menangis tanpa sebab jelas. Gejala ini bisa mengindikasikan depresi pada lansia yang sering tidak terdeteksi.

Penting bagi setiap caregiver untuk memahami bahwa empati dan pendekatan bertahap adalah kunci utama dalam merawat lansia dengan perubahan mood.

 


 

Geriatri,Lansia Indonesia,Geriatri Sehat,Menua Bahagia,Caregiver Lansia

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026