Peran caregiver atau perawat lansia di Indonesia kian beragam. Tak harus selalu dari anggota keluarga, terutama bagi mereka yang memiliki kesibukan atau tantangan kesehatan lain. Praktiknya, caregiver kini bisa berasal dari berbagai latar belakang dengan kelebihan dan tantangan masing-masing.
Berikut adalah ragam jenis caregiver yang umum di Indonesia:
Caregiver Profesional (Berbayar dan Terlatih)
Mereka adalah individu yang secara khusus bekerja merawat lansia, bisa berbentuk perawat home care, asisten perawat lansia, atau pendamping lansia (non-medis).
Kelebihan: Lebih memahami perawatan harian, terbiasa menangani nutrisi, kebersihan, mobilisasi, dan pendampingan emosional. Beban keluarga pun berkurang signifikan.
Tantangan: Memerlukan biaya (harian/bulanan), kualitas layanan yang tidak selalu merata, dan tetap butuh pengawasan dari keluarga.
Caregiver dari Lembaga/Yayasan/Home Care
Perekrutan dilakukan melalui layanan home care, yayasan sosial, atau agen caregiver.
Kelebihan: Adanya sistem dan Standar Operasional Prosedur (SOP), bisa diganti jika tidak cocok, serta lebih aman secara administratif.
Tantangan: Tidak semua lembaga memiliki standar yang baik, relasi emosional dengan lansia membutuhkan waktu, dan perlu komunikasi yang jelas antara keluarga dan lembaga.
Caregiver Informal Non-Keluarga
Sering ditemui, seperti Asisten Rumah Tangga (ART) yang ikut merawat, tetangga, atau orang kepercayaan, termasuk pendamping harian tanpa kontrak formal.
Kelebihan: Lebih fleksibel, biaya relatif terjangkau, dan lansia sering sudah merasa dekat.
Risiko: Umumnya tidak terlatih, batas peran sering kabur, dan rawan salah penanganan tanpa arahan yang jelas. Jenis caregiver ini membutuhkan edukasi dasar dan pengawasan rutin.
(Ikuti Pelatihan Caregiver di Bulan Februari di sini)
Model Kombinasi Dianggap Paling Ideal
Model perawatan lansia yang paling realistis dan sehat adalah kombinasi antara:
Keluarga: Berperan sebagai pengambil keputusan (decision maker) dan pemberi dukungan emosional (emotional support), misalnya mengatur jadwal obat dan keputusan medis.
Caregiver Profesional: Menangani perawatan harian teknis, seperti membantu aktivitas sehari-hari dan pemantauan kondisi.
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari Keluarga:
Menganggap caregiver sebagai pengganti total peran keluarga.
Tidak memberikan panduan yang jelas.
Kurangnya pengawasan.
Tidak memperhatikan kenyamanan lansia.