Kembali
×
Daging Apa yang Boleh Dikonsumsi Lansia
11 Januari 2026 08:00 WIB

Dari judulnya saja kok kesannya berat ya? O tidak juga. Lansia boleh makan daging, asalkan caranya tepat. Bukan asal dagingnya saja, tapi jenis, porsi, dan cara mengolahnya.

Memilih daging yang tepat

Lansia lebih dianjurkan mengonsumsi ikan karena paling aman dan mudah dicerna. Selain itu, ayam tanpa kulit dan daging sapi bagian tanpa lemak, seperti has luar atau sengkel bersih, juga baik. Batasi konsumsi daging berlemak tebal, jeroan, dan daging olahan seperti sosis, nugget, atau kornet.

Cara memasaknya harus “ramah lansia”

Sebaiknya daging tersebut tidak digoreng, dibakar, atau dimasak dengan santan kental. Cara yang dianjurkan adalah direbus, dikukus, atau ditumis ringan.

Tips penting: potong daging kecil-kecil, atau masak sampai sangat empuk, atau bisa juga disuwir atau dicincang. Hal ini penting untuk mencegah tersedak dan nyeri gigi.

Porsinya kecil tapi rutin

Porsi yang dianjurkan adalah sekitar 50–75 gram sekali makan, sebanyak 2–3 kali seminggu. Konsumsi daging bisa diselingi dengan ikan, tahu, atau tempe. Porsi ini cukup untuk menjaga otot dan daya tahan tubuh. Perlu diperhatikan agar tidak terlalu banyak mengonsumsi daging jika memiliki riwayat kolesterol tinggi, asam urat, atau masalah ginjal berat.

Padukan dengan serat & cairan

Saat makan daging harus selalu ada sayur. Minum air yang cukup juga penting agar tidak sembelit dan pencernaan tetap ringan.

Perhatikan penyakit penyerta

Jika lansia memiliki kolesterol tinggi, pilih daging yang sangat rendah lemak. Bagi penderita asam urat, batasi daging merah. Untuk masalah ginjal, konsultasikan dengan dokter mengenai jumlah protein yang aman. Bagi lansia yang giginya sudah ompong, daging harus dimasak sampai sangat empuk.


 

Artikel Lainnya
Artikel
02 Februari 2026 07:10 WIB
Artikel
31 Januari 2026 08:23 WIB
Artikel
30 Januari 2026 08:00 WIB
Tags
Geriatri
Lansia Indonesia
Geriatri Sehat
Menua Bahagia
Diet Lansia