Kembali
×
Lansia Malas ke Mana-Mana, Adakah yang Bisa Dilakukan Keluarga?
09 Januari 2026 08:00 WIB

Lansia yang malas ke mana-mana itu cukup umum, tapi tidak selalu berarti mereka benar-benar malas lho. Yang penting dipahami dulu penyebabnya, baru ditentukan sikap yang tepat.

Pertama, pahami dulu yuk, kenapa lansia enggan keluar rumah. Beberapa dari mereka pasti alasannya karena fisik. Ada yang beranggapan kalau dirinya mudah lelah, nyeri lutut dan pinggang, atau takut jatuh, bahkan penglihatan/ pendengaran sudah jauh menurun.

Ada juga yang faktor lingkungan tidak mendukung sehingga mereka malas untuk kekuar rumah. Tidak ada teman sebaya, tempat tujuan yang tidak ramah lansia, sampai pada urusan transportasi yang tidak nyaman.

Atau ada pula yang menganggap secara psikologis mereka sudah tidak mampu keluar rumah. Ada yang merasa “sudah tua, ngapain keluar juga”. Ada juga yang “minder” atau takut merepotkan, ada merasa kehilangan pasangan atau teman sehingga tak ada motivasi.

Kondisi-kondisi tersebut, kalau penyebabnya belum dapat diatasi, dipaksa-paksa pun justru akan membuat para lansia itu merasa stres.

Kedua, sikap yang seharusnya dilakukan. Ingat ya, janganlah kita memaksa, tapi ajaklah dengan makna-makna tertentu. Mengajak dengan tujuan sosial atau emosional, bukan sekadar jalan-jalan, bisa menjadi kuncinya. 

“Jangan di rumah terus!” dengan “Yah, mau nemenin cucu beli es krim gak? Sekalian jalan pelan,” lebih baik yang mana coba 😊

Ketiga, kita mulai dari yang sangat kecil dan dekat. Tidak mesti jauh-jauh kok untuk keluar dari rumah. Contohnya duduk di teras pagi hari, jalan 5–10 menit di depan rumah, atau sekadar duduk di mesjid atau gereja barang sejenak. Istiahnya, rutin kecil jauh lebih baik d`aripada sekali jauh.

Keempat, buatlah aktivitas “ada perannya”.  Lansia lebih mau keluar kalau merasa dibutuhkan, bukan “diajak saja”. Misalnya minta tolong menemani cucu, membantu memilih sayur, atau yang lain-lain. Catat ya, perasaan bermakna itu obat paling kuat 💛

Lalu, kapan sih para lansia itu perlu diwaspadai? Kalau para orangtua itu tidak mau keluar sama sekali berbulan-bulan. Atau, menarik diri, murung, nafsu makan turun. Bisa juga kita harus mengamati bila lansia tidur secara berlebihan. Jika sudah begini, alangkah baiknya segera berkonsultasi dengan tenaga kesehatan, daripada membiarkan orangtua mengalami depresi dan bukan sekadar malas.

Intinya, kita tetap perlu memperhatikan orangtua kita. Dalam menghadapi lansia yang sudah tidak perlu sering ke mana-mana, ada kalanya mereka tetap perlu bergerak, bersosialisasi, dan merasa berarti.

Artikel Lainnya
Artikel
02 Februari 2026 10:09 WIB
Artikel
02 Februari 2026 07:10 WIB
Artikel
31 Januari 2026 08:23 WIB
Tags
Geriatri
Lansia Indonesia
Geriatri Sehat
Menua Bahagia
Hobi Lansia