Di sebuah sudut rumah, seorang nenek duduk dengan tenang sambil memegang benang wol warna pastel. Jari-jarinya bergerak pelan, menyilang dan memutar, membentuk pola rajutan yang rapi. Aktivitas ini tampak sederhana, lembut, bahkan menenangkan. Namun di balik gerakan kecil itu, ada sesuatu yang jauh lebih besar: otak bekerja keras membangun koneksi-koneksi baru.
Menjahit, merajut, membuat scrapbook, menyulam, membuat kerajinan kain flanel—semua aktivitas motorik halus ini ternyata memiliki manfaat signifikan bagi kesehatan otak lansia. Banyak ahli geriatri menempatkan kegiatan seperti ini sebagai terapi otak yang efektif dalam mencegah penurunan kognitif dan demensia. Mengapa aktivitas yang terlihat tradisional ini begitu penting?
Kerajinan Tangan Bisa Mencegah Penurunan Kognitif
1. Aktivitas Motorik Halus Mengaktifkan Banyak Area Otak
Kegiatan seperti menjahit dan merajut melibatkan:
koordinasi mata-tangan,
perencanaan gerak,
memori jangka pendek,
kemampuan menyelesaikan masalah.
Setiap tusukan jarum, setiap pola yang harus diingat, dan setiap rangkaian langkah yang berulang—semua mengaktifkan koneksi saraf otak. Aktivitas ini diyakini membantu memperlambat penurunan fungsi kognitif pada lansia karena otak terus dilatih untuk tetap aktif dan responsif.
Penelitian kesehatan otak menunjukkan bahwa aktivitas motorik halus mampu merangsang neuroplastisitas, yaitu kemampuan otak untuk membentuk jalur saraf baru. Inilah proses penting dalam mencegah demensia.
2. Meningkatkan Memori Kerja dan Fokus
Merajut atau menyulam mengharuskan lansia untuk mengikuti pola tertentu: jumlah tusuk, urutan warna, hingga variasi teknik. Proses ini memperkuat kemampuan:
fokus jangka panjang,
memori kerja,
konsentrasi visual.
Bagi lansia yang mulai mengalami pelupa ringan, latihan-latihan seperti ini sangat membantu menjaga kemampuan otak mempertahankan informasi.
3. Meredakan Stres dan Kecemasan
Selain merangsang otak, kerajinan tangan juga memiliki efek relaksasi. Gerakan ritmis saat merajut atau menjahit mirip dengan teknik meditasi aktif. Banyak penelitian menemukan bahwa seni dan crafting dapat menurunkan:
hormon stres,
detak jantung berlebih,
rasa gelisah pada lansia.
Stres kronis adalah salah satu faktor risiko penurunan kognitif—sehingga efek menenangkan ini sangat penting.
4. Menumbuhkan Rasa Bermakna dan Bahagia
Lansia yang terlibat dalam kerajinan tangan sering melaporkan:
rasa bangga setelah menyelesaikan karya,
meningkatnya kepercayaan diri,
adanya tujuan harian yang jelas,
perasaan terhubung ketika membuat hadiah untuk cucu atau keluarga.
Semua aspek emosional ini ikut menjaga kesehatan mental dan mencegah isolasi sosial—dua faktor penting dalam risiko demensia.