Disfagia atau Gangguan Mengunyah dan Menelan bisa Dialami oleh Lansia


Kalau lansia susah nelen—istilah medisnya disfagia—kita harus hati-hati dan terstruktur banget waktu nyiapin makanannya.

2025-10-31T08:00

Apabila lansia mengalami tanda-tanda berbahaya, seperti batuk terus-menerus saat makan, tersedak parah, atau bahkan demam dan batuk berdahak setelah makan, sebaiknya mencarikan bantuan medis yang dapat membantu menghilangkan atau mengurangi risiko yang lebih buruk.

Kalau lansia susah nelen—istilah medisnya disfagia—kita harus hati-hati dan terstruktur banget waktu nyiapin makanannya.

Tapi, sebelum itu, kenalan dulu yuk sama disfagia. Ini kondisi di mana seseorang susah nelen makanan atau minuman kayak biasanya. Disfagia sering banget dialami lansia, apalagi kalau mereka punya riwayat stroke, parkinson/alzheimer, demensia, atau kanker mulut dan tenggorokan.

Masalah di kerongkongan juga bisa bikin disfagia. Misalnya, ada tumor, jaringan parut, GERD, infeksi, atau peradangan. Atau, kondisi lansia yang makin melemah jadi kurang kuat ngunyah makanan.

Nah, ini dia beberapa gejala umum disfagia:

  • Sering keselek pas makan/minum

  • Batuk waktu nelan

  • Makanan kerasa nyangkut di tenggorokan atau dada

  • Berat badan turun karena males makan

  • Waktu makan jadi lebih lama dari biasanya

Kalau lansia ada disfagia, baiknya perhatiin hal-hal ini:

  • Duduk tegak 90 derajat selama dan 30 menit setelah makan

  • Jangan makan sambil tiduran

  • Pakai sendok kecil

  • Suapin sedikit-sedikit dan pelan-pelan

  • Pastikan udah selesai nelan sebelum suapan berikutnya

Bakal ngebantu banget juga kalau suasananya tenang dan nggak buru-buru. Hindari bercanda, banyak ngobrol, atau ketawa pas lagi ngunyah. Yang penting, lansia nggak ngantuk biar nggak terjadi hal-hal yang nggak diinginkan.

Contoh makanan yang aman buat penderita disfagia:

  • Bubur nasi saring

  • Puree kentang atau ubi

  • Sup krim ayam

  • Yogurt plain

  • Puding halus

  • Smoothie buah saring (tanpa serat kasar)

Kalau lansia ngalamin tanda-tanda bahaya, kayak batuk terus-menerus pas makan, keselek parah, atau bahkan demam dan batuk berdahak setelah makan, mendingan segera cari bantuan medis biar bisa ngurangin risiko yang lebih buruk.


 

Geriatri,Lansia Indonesia,Geriatri Sehat,Menua Bahagia,Diet Lansia

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026