
Jadi, “lansia awal” itu masih cukup sehat dan bisa produktif, sementara “lansia lanjut” sudah mulai mengalami keterbatasan yang nyata, meski tetap bisa punya peran sosial penting.
Penasaran apa bedanya "lansia awal" dengan "lansia lanjut"? Sering dengar, tapi belum paham betul implikasinya? Mari kita selami lebih dalam kategori-kategori usia dalam lansia untuk memahami kebutuhan dan karakteristik unik mereka!
Kategori lansia menurut usia adalah sebagai berikut:
Pra-lansia (55–59 tahun): Ini adalah tahap transisi menuju usia tua. Pada fase ini, individu masih produktif, namun mulai menunjukkan tanda-tanda penurunan fisik ringan. Persiapan pensiun juga biasanya dimulai pada usia ini.
Lansia Awal (60–69 tahun): Mereka baru memasuki masa lansia dan masih cukup aktif secara fisik dan mental. Banyak yang bisa tetap bekerja atau terlibat dalam aktivitas sosial. Namun, risiko penyakit kronis seperti hipertensi, diabetes, dan kolesterol mulai meningkat.
Lansia Lanjut (70–79 tahun): Pada usia ini, kemampuan fisik menurun lebih jelas dan daya ingat bisa mulai berkurang. Mereka membutuhkan lebih banyak perhatian kesehatan dan dukungan dari keluarga.
Lansia Tua (80 tahun ke atas, sering disebut usia sangat lanjut): Kelompok ini sangat rentan secara fisik dan mental. Mereka memiliki risiko tinggi jatuh, demensia, atau kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari (ADL), sehingga biasanya memerlukan pendampingan intensif.
Dengan demikian, "lansia awal" masih relatif sehat dan mampu beraktivitas produktif, sedangkan "lansia lanjut" sudah mulai mengalami keterbatasan fisik yang lebih nyata, meskipun mereka tetap dapat memiliki peran sosial yang penting.
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri