Pentingnya Pendampingan Medis di Acara Besar bagi Lansia


Lansia memiliki resiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mendadak, seperti kelelahan, dehidrasi, lonjakan tekanan darah, atau gangguan jantung.

2025-09-20T10:35

Acara besar seperti pernikahan, reuni keluarga, atau festival desa sering menjadi momen istimewa bagi lansia. Namun, dibalik keceriaan tersebut, ada potensi risiko kesehatan yang perlu diantisipasi. Itulah mengapa pendampingan medis menjadi faktor penting.

Lansia memiliki resiko lebih tinggi mengalami masalah kesehatan mendadak, seperti kelelahan, dehidrasi, lonjakan tekanan darah, atau gangguan jantung. Kehadiran tenaga medis atau setidaknya orang yang paham pertolongan pertama, atau pendamping lansia (caregiver) dapat menyelamatkan nyawa.

Rektor Universitas Respati Indonesia Prof. Dr. Tri Budi W. Rahardjo dalam webinar “Keluarga Keren, Lansia Bahagia” menyampaikan, sebagian besar caregiver lansia adalah anggota keluarga. “Bila lansia mengalami keterbatasan, mereka membutuhkan perawatan jangka panjang yang perlu dibantu oleh pendamping,” ujarnya.

Dikutip dari laman Liputan6, Direktur Pelayanan Kesehatan Kelompok Rentan, Kemenkes RI dr. Imran Pambudi, MPHM mengatakan, lebih dari 80 % caregiver lansia di Indonesia adalah keluarga. “Oleh karena itu, edukasi kepada keluarga sangat penting karena mereka tinggal di rumah, bukan di panti jompo,” ujarnya.

Manfaat pendampingan medis di acara besar:

  1. Deteksi dini masalah kesehatan – Tanda-tanda seperti sesak napas, pusing, atau lemas dapat segera diidentifikasi.

  2. Penanganan cepat – Mengurangi resiko fatal jika terjadi kondisi gawat darurat.

  3. Memberikan rasa aman – Lansia dan keluarga merasa lebih nyaman mengikuti acara.

  4. Memastikan asupan obat teratur – Pendamping medis membantu mengingatkan dan menyesuaikan jadwal minum obat.
     

Tips mengatur pendampingan medis:

  • Sediakan tenaga medis atau relawan terlatih di lokasi.

  • Siapkan perlengkapan P3K dan alat kesehatan sederhana seperti tensimeter.

  • Pastikan akses transportasi darurat tersedia.
     

Pendampingan medis bukan hanya soal kesiapan menghadapi risiko, tapi juga bentuk kepedulian dan penghargaan terhadap kehadiran lansia di momen-momen penting.

Geriatri,Lansia Indonesia,Geriatri Sehat,Menua Bahagia,Kopdar LOL

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026