Memelihara Kenangan Baik, Menjaga Pikiran Tetap Sehat


Dokumentasi momen pun memberi efek terapeutik dan memperkuat koneksi sosial

2025-09-18T10:31

17. Kenangan dan Dokumentasi

Judul: Memelihara Kenangan Baik, Menjaga Pikiran Tetap Sehat

Artikel: 

Menghadapi acara penting seperti reuni atau kopdar lansia, mengenang kenangan indah bukan hanya nostalgia—tetapi sarana yang membantu menjaga kesehatan mental dan kognitif. Dokumentasi momen pun memberi efek terapeutik dan memperkuat koneksi sosial.

Menurut Wikipedia, reminiscence therapy atau terapi kenangan adalah intervensi non-farmakologis yang telah terbukti memperbaiki harga diri, memberikan rasa pemenuhan, dan kenyamanan pada orang lanjut usia. Teknik ini mendorong komunikasi, refleksi masa lalu, dan interaksi sosial — yang mendukung kesehatan psikologis mereka. 

Peneliti di Indonesia meneliti efek kegiatan bercerita masa lalu terhadap lansia:

  • Di Panti Tresna Werdha Bantul (Bengkulu), terapi ini menurunkan tingkat stres dari 17,64 menjadi 13,93 (p = 0,000).

  • Program serupa di Bondowoso juga menunjukkan penurunan signifikan gejala depresi pada lansia.

Studi lain menemukan bahwa interaksi sosial yang menyenangkan turut meningkatkan performa kognitif lansia untuk beberapa hari kedepan.  Selain itu, refleksi diri harian—seperti merenungkan perasaan atau pengalaman—berpotensi memperlambat penurunan kognitif dan memperkuat kemampuan berpikir. 

Manfaat dari Perspektif Psikologi

Menurut Verywell Mind, terapi kenangan (reminiscence therapy) tidak hanya meningkatkan suasana hati dan mengurangi depresi, tetapi juga memperkuat ikatan keluarga melalui kegiatan seperti mendengarkan cerita masa lalu, melihat foto lama, maupun mendengar musik kenangan. 

Tips Praktis untuk Lansia & Pendamping

  1. Ciptakan “Sudut Kenangan” di acara — tampilkan foto lama, benda kenangan, atau lagu nostalgia untuk memancing cerita positif.

  2. Undang berbagi cerita singkat — minta lansia bercerita tentang kenangan bahagia dalam 1–2 menit, lalu dokumentasikan.

  3. Rutin lakukan sesi reminiscence — bisa sendiri di rumah, bersama keluarga, atau dalam kelompok kecil.

  4. Gunakan media yang memicu memori — seperti foto, musik, aroma tertentu—sensori membantu mengingat lebih kuat.

  5. Dukung interaksi antar generasi — libatkan anak atau cucu untuk mendengarkan cerita, memperkuat ikatan emosional.

Merawat kenangan indah bukan sekadar nostalgia — tetapi strategi berharga untuk menjaga kesehatan mental, fisik, dan sosial lansia. Dengan membudayakan momen dokumentasi dan berbagi cerita, kita membantu mereka tetap merasa berarti, terhubung, dan bahagia di setiap tahap hidup.

Geriatri,Lansia Indonesia,Geriatri Sehat,Menua Bahagia,Kopdar LOL

ARTIKEL LAINNYA

Pengalaman Saya di Tanah Suci

Pendamping Lansia Agar Selalu Memperhatikan Kesehatan Diri Juga

Menjadi Caregiver untuk Calon Haji Indonesia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026