Kembali
×
Lansia Rentan Dehidrasi, Pencegahan jadi Kunci.
25 September 2025 08:22 WIB

Dehidrasi pada lansia adalah masalah kesehatan yang serius dan seringkali tidak disadari. Ini bukan hanya karena kurang minum, tetapi juga melibatkan serangkaian perubahan fisiologis, psikologis, dan situasional yang kompleks seiring bertambahnya usia. Memahami faktor-faktor ini sangat penting untuk pencegahan dan penanganan yang efektif.Mengapa Lansia Sangat Rentan Terhadap Dehidrasi?

1. Penurunan Sensasi Haus (Hipodipsia Fisiologis)

Seiring bertambahnya usia, hipotalamus, bagian otak yang bertanggung jawab mengatur rasa haus, menjadi kurang responsif. Ini berarti lansia mungkin tidak merasa haus meskipun tubuh mereka sudah mengalami kekurangan cairan yang signifikan. Mekanisme "alarm" alami tubuh untuk minum air tidak berfungsi optimal, sehingga mereka bisa seharian hanya minum sedikit air tanpa menyadari bahwa kebutuhan cairan mereka tidak terpenuhi.

2. Penurunan Fungsi Ginjal

Ginjal mengalami penurunan efisiensi secara alami setelah usia 60 tahun. Kemampuan ginjal untuk menghemat air dan menjaga keseimbangan elektrolit (natrium, kalium, dll.) menjadi berkurang. Akibatnya, lansia cenderung lebih cepat kehilangan cairan melalui urin, bahkan tanpa aktivitas fisik yang intens atau berkeringat banyak. Ginjal mereka kurang mampu mengonsentrasikan urin, menyebabkan lebih banyak air yang terbuang.

3. Pengaruh Obat-Obatan

Banyak lansia mengonsumsi berbagai obat untuk kondisi kronis. Beberapa obat yang umum dapat meningkatkan risiko dehidrasi:

  • Diuretik: Obat ini, yang sering diresepkan untuk tekanan darah tinggi atau gagal jantung, bekerja dengan meningkatkan produksi urin, sehingga mempercepat kehilangan cairan dan elektrolit.

  • Laksatif (Pencahar): Digunakan untuk mengatasi sembelit, laksatif dapat menyebabkan kehilangan cairan melalui feses.

  • Obat Jantung, Antihipertensi, Antidepresan: Beberapa obat dari golongan ini dapat memengaruhi mekanisme rasa haus atau meningkatkan buang air kecil.
    Efek samping dari obat-obatan ini bisa menyebabkan dehidrasi kronis ringan yang seringkali tidak disadari, menumpuk seiring waktu dan memperburuk kondisi kesehatan lansia.

4. Masalah Kognitif dan Keterbatasan Mobilitas

Kondisi seperti demensia, stroke, Parkinson, atau keterbatasan fisik lainnya dapat secara signifikan menghambat kemampuan lansia untuk menjaga hidrasi. Mereka mungkin:

  • Lupa minum: Khususnya pada penderita demensia, ingatan untuk minum air bisa terganggu.

  • Sulit menjangkau air: Keterbatasan mobilitas atau nyeri sendi dapat membuat mereka sulit mengambil segelas air atau pergi ke dapur.

  • Tidak bisa meminta bantuan: Jika mereka membutuhkan bantuan untuk minum, mereka mungkin tidak dapat mengkomunikasikan kebutuhannya secara efektif.
    Faktor-faktor ini menghilangkan "alarm" dari tubuh atau lingkungan, membuat dehidrasi ringan dapat dengan cepat berkembang menjadi parah.

5. Penurunan Respons Tubuh terhadap Panas

Ketika cuaca panas, tubuh muda biasanya berkeringat untuk mendinginkan diri, yang kemudian memicu rasa haus. Pada lansia, respons berkeringat dan vasodilatasi (pelebaran pembuluh darah untuk membuang panas) sudah melemah. Ini berarti tubuh mereka tidak "berteriak" minta minum meskipun suhu inti tubuh mereka meningkat dan mereka membutuhkan cairan. Risiko heat stroke dan dehidrasi akibat panas menjadi lebih tinggi.6. Asupan Cairan yang Terbatas karena Faktor Psikologis atau Fisik Lainnya

Beberapa lansia secara sadar atau tidak sadar membatasi asupan cairan mereka karena alasan tertentu:

  • Takut sering buang air kecil: Terutama di malam hari, ini dapat mengganggu tidur dan membuat mereka enggan minum banyak.

  • Gangguan menelan (disfagia): Kesulitan menelan cairan bisa membuat proses minum menjadi tidak nyaman atau bahkan berbahaya (risiko tersedak).

  • Rasa bosan dengan air putih: Kurangnya variasi dalam minuman atau preferensi terhadap minuman manis yang sebenarnya kurang menghidrasi.
    Faktor-faktor ini menurunkan motivasi untuk minum, meskipun secara medis kebutuhan cairan sangat tinggi.

Akibat Dehidrasi pada Lansia: Komplikasi yang Berbahaya

Dehidrasi pada lansia dapat memicu serangkaian komplikasi kesehatan yang serius, bahkan mengancam jiwa:

  • Kebingungan Akut (Delirium): Salah satu tanda awal dan paling sering terjadi. Lansia bisa tiba-tiba tampak bingung, disorientasi, atau tidak responsif.

  • Pusing dan Jatuh: Kurangnya cairan dalam tubuh dapat menyebabkan penurunan volume darah dan tekanan darah rendah (hipotensi), terutama saat berdiri (hipotensi ortostatik), meningkatkan risiko pusing dan jatuh yang dapat berakibat cedera serius.

  • Infeksi Saluran Kemih (ISK): Asupan cairan yang tidak memadai mengurangi frekuensi buang air kecil, memungkinkan bakteri lebih lama berada di kandung kemih dan berkembang biak.

  • Sembelit Kronis: Kurangnya cairan membuat feses menjadi kering dan keras, memperburuk sembelit yang sudah sering dialami lansia.

  • Gagal Ginjal Akut: Dehidrasi berat dapat menyebabkan kerusakan ginjal mendadak karena kurangnya aliran darah ke ginjal.

  • Ketidakseimbangan Elektrolit: Dehidrasi dapat mengganggu keseimbangan elektrolit penting seperti natrium dan kalium, yang penting untuk fungsi jantung dan saraf. Ketidakseimbangan ini dapat menyebabkan masalah jantung (aritmia) atau kejang.

  • Kematian: Jika dehidrasi berat tidak ditangani dengan cepat dan tepat, dapat menyebabkan syok hipovolemik dan berujung pada kematian.

Kesimpulan: Pencegahan Adalah Kunci

Dehidrasi pada lansia adalah kondisi yang dapat berkembang tanpa gejala yang jelas dan memburuk dengan cepat. Mengingat bahwa lansia mungkin tidak merasakan haus, strategi pencegahan dan pemantauan cairan yang proaktif menjadi sangat penting dalam perawatan mereka. Anggota keluarga dan pengasuh harus secara aktif mendorong asupan cairan, menawarkan berbagai pilihan minuman, dan mewaspadai tanda-tanda dehidrasi yang mungkin samar. Hidrasi yang memadai adalah pilar penting untuk menjaga kesehatan, fungsi kognitif, dan kualitas hidup lansia.

Artikel Lainnya
Artikel
02 Februari 2026 10:09 WIB
Artikel
02 Februari 2026 07:10 WIB
Artikel
31 Januari 2026 08:23 WIB
Tags
Geriatri
Lansia Indonesia
Geriatri Sehat
Menua Bahagia
Dehidrasi