
Geriatri.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat 297 kejadian bencana terjadi pada Januari 2020. Korban dari kejadian bencana itu kebanyakan anak-anak dan penduduk lanjut usia (lansia).
Kepala Pusat Data Informasi dan Komunikasi BNPB, Agus Wibowo, mengatakan bencana hidrometeorologi, terutama banjir, mendominasi kejadian bencana pada awal 2020. Bencana lainnya adalah puting beliung, tanah longsor, kebakaran hutan dan lahan, serta gelombang pasang.
Agus mengatakan bencana hidrometeorologi mendominasi kejadian bencana pada awal 2020. Beberapa wilayah di Indonesia dilanda banjir dan tanah longsor cukup parah, di antaranya banjir di wilayah Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jabodetabek), tanah longsor di Sukajaya, Kabupaten Bogor, banjir dan tanah longsor di Lebak, Banten, banjir di Bandung dan puting beliung di Kabupaten Sukabumi.
Selain banjir dan tanah longsor, bencana kebakaran hutan dan lahan juga masih terjadi di beberapa wilayah Indonesia, antara lain di Aceh, Riau, Maluku dan Kalimantan Timur.
Berbagai kejadian bencana itu menyebabkan 91 orang meninggal dan dua hilang.”56 persen adalah anak-anak dan lansia, sedangkan kelompok usia remaja 22 persen dan Dewasa 20 persen,” kata Agus melalui dalam rilis BNPB.
Jawa Barat merupakan daerah dengan korban jiwa paling banyak selama periode Januari 2020 yaitu 28 jiwa, diikuti Banten dan DKI Jakarta.
Bencana yang berlangsung selama Januari juga menyebabkan 120 orang luka-luka, 893.999 orang mengungsi, 10.613 unit rumah rusak, 132 fasilitas pendidikan rusak, 103 fasilitas peribadatan rusak, 11 fasilitas kesehatan rusak, 44 kantor rusak dan 82 jembatan juga rusak.
Pada Desember 2019 lalu, BNPB sudah meluncurkan program Keluarga Tangguh Bencana (Katana). Program ini merupakan bentuk penguatan kapasitas keluarga Indonesia dalam menghadapi ancaman bencana. Pengambilan fokus 'keluarga' merupakan bagian terkecil dari penanggulangan bencana kegiatan Desa Tangguh Bencana.
Konsep program Katana menggunakan tiga tahapan. Hal ini sebagai syarat peningkatan kapasitas dan ketangguhan keluarga dengan masing-masing indikator keberhasilannya.
Tahap pertama, Sadar-Risiko Bencana. Pada tahap ini, setiap keluarga diberikan pemahaman mengenai kesadaran dan risiko bencana di lingkungan rumahnya. Keberhasilan dari indikator bisa diperoleh dari seluruh peran keluarga dalam menyadari kondisi tempat tinggal sendiri.
Tahap kedua, Penguatan Pengetahuan. Tahapan ini terbagi menjadi tiga pilar. Pilar pertama, memahami infrastruktur rumah. Kedua, memahami manajemen bencana di sekitar rumah dengan indikator keberhasilan.
Tahap ketiga Katana, Berdaya. Ini menyasar kemampuan menyelamatkan diri sendiri, keluarga, tetangga, dan orang lain. Indikator keberhasilan pada tahap ini berupa kemampuan keluarga melakukan simulasi evakuasi mandiri. (ymr)
Foto Pixabay
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri