Hati-Hati! Kurma Palsu dengan Pemanis Buatan, Begini Cara Mengenalinya


Berita Lansia - Kurma menjadi salah satu makanan favorit saat sahur dan berbuka puasa. Rasa manis alami membantu mengembalikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa. 

2025-03-13 13:00:23

Geriatri.id - Kurma menjadi salah satu makanan favorit saat sahur dan berbuka puasa. Rasa manis alami membantu mengembalikan energi yang hilang setelah seharian berpuasa. 

Namun, tahukah Anda, tidak semua kurma yang beredar di pasaran asli? 

Beberapa di antaranya adalah kurma palsu yang telah ditambahkan pemanis buatan agar lebih manis dan menarik secara visual.

Kurma asli mengandung berbagai nutrisi penting seperti kalium, magnesium, zat besi, serta vitamin B6. 

Selain itu, kurma juga kaya akan antioksidan yang dapat membantu menangkal berbagai penyakit. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Karena itu, penting untuk mengetahui cara membedakan kurma asli dan kurma palsu agar terhindar dari konsumsi gula berlebihan.

Berikut beberapa ciri kurma palsu yang perlu Anda waspadai:

1. Rasa manis berlebihan dan hanya di permukaan

Cobalah mencicipi kurma yang akan Anda beli. Jika rasa manisnya terlalu kuat dan hanya terasa di permukaan, kemungkinan besar kurma tersebut telah diberi tambahan gula atau pemanis buatan. 

Kurma asli memiliki rasa manis lebih alami dan lembut serta merata pada setiap gigitan. 

Rasa manisnya juga meresap ke dalam jaringan buah, tidak hanya di bagian luar.

2. Tekstur terlalu lunak

Kurma asli cenderung memiliki tekstur lebih padat dan kenyal. 

Sementara itu, kurma yang telah diberi pemanis tambahan biasanya terasa lebih lunak. 

Tekstur lunak ini sering kali merupakan hasil dari proses pemanasan yang dilakukan untuk menyerapkan cairan gula ke dalam kurma. 

Jika kurma terasa terlalu lembek atau berlendir, sebaiknya waspada.

3. Mudah dikerubuti semut


Kurma asli yang tidak mengandung tambahan gula biasanya tidak akan menarik perhatian semut, meskipun dibiarkan dalam kondisi terbuka. 

Sebaliknya, kurma dengan pemanis tambahan sangat mudah dikerubuti semut karena adanya kandungan gula di permukaannya. 

Jika Anda melihat kurma yang cepat dikerubuti semut saat diletakkan di udara terbuka, kemungkinan besar kurma tersebut mengandung pemanis buatan.

Mengetahui cara membedakan kurma asli dan kurma palsu sangat penting agar Anda tidak mengonsumsi gula berlebihan, terutama saat menjalani ibadah puasa. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Pilihlah kurma yang memiliki rasa manis alami, tekstur kenyal, dan tidak mudah menarik perhatian semut. 

Dengan begitu, Anda bisa menikmati manfaat kesehatan dari kurma yang sebenarnya tanpa risiko tambahan dari pemanis buatan.***

*Ilustrasi - Waspadai kurma palsu.(Pixabay)

Untuk informasi seputar puasa yang berhubungan dengan kelansiaan KLIK DISINI

Video Senior Podcast


 

ramadan geriatri,kurma palsu,puasa,ramadan,lansia,berita lansia,merawat lansia,kesehatan lansia,tips lansia

ARTIKEL LAINNYA

Oma Maretta Mengenang Suatu Angkot di Pecangaan

Gula Aren Baik kok, Asalkan Dikonsumsi Dalam Batas Wajar

Hm, Teh Bunga Telang Sudah Dicoba Belum?

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026