Tips Cegah Hipotermia pada Lansia


Berita Lansia - Musim hujan dan bencana banjir dapat membawa dampak  gangguan kesehatan, khususnya pada lansia. Selain meningkatnya risiko terkena penyakit infeksi, lansia juga rentan terhadap perubahan suhu dingin.  

2020-01-19 12:02:00

Oleh : dr. Anastasia Asylia Dinakrisma, SpPDDivisi Geriatri Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI – RSUPN Cipto Mangunkusumo Jakarta

Geriatri.id - Musim hujan dan bencana banjir dapat membawa dampak gangguan kesehatan, khususnya pada lansia. Selain meningkatnya risiko terkena penyakit infeksi, lansia juga rentan terhadap perubahan suhu dingin.  

Kenapa demikian? Hal ini disebabkan  pada usia 65 tahun atau lebih, kemampuan tubuh untuk merespons perubahan suhu dingin menurun, seperti respons menggigil dan respons penyesuaian pembuluh darah terhadap penurunan suhu.

Berkurangnya massa otot dan lemak juga membuat kemampuan tubuh dalam menyimpan panas tubuh juga berkurang. Faktor lain yang dapat memperburuk respons perubahan suhu suhu pada lansia antara lain kondisi malnutrisi (kurang gizi), kurangnya aktivitas fisik, kondisi yang renta (frail) dan penyakit metabolik seperti diabetes melitus dan hipotiroid.

Hipotermia adalah kondisi suhu inti tubuh di bawah 35oC, yang diukur dengan menggunakan termometer.  Hal yang perlu diwaspadai pada lansia adalah hipotermia dapat terjadi walaupun paparan suhu dingin terjadi secara singkat dan suhu tidak terlalu dingin.

Berita Lansia:

LANSIA ONLINE, Kelas Kesehatan dari Rumah

Bila Lansia Sakit, Begini Cara Tepat Merawatnya

3 Kunci Sukses Agar Lansia Sehat, Apa Saja?

Menjadi Lansia Sehat dan Bahagia Tanpa Kerentaan

Hipotermia juga dapat disebabkan atau diperburuk  oleh konsumsi alkohol dan obat-obatan golongan tertentu, seperti obat penenang, golongan opiod dan kondisi lain seperti infeksi berat, tumor otak, stroke dan cedera kepala.

WASPADAI GEJALA HIPOTERMIA

Gejala awal hipotermia yang perlu diwaspadai pada lansia adalah rasa lelah (fatique), tampak kebingungan, bicara menjadi tidak jelas, badan menggigil, tangan dan kaki menjadi kaku, gerakan atau responS melambat dan kulit teraba dingin.

Pada hipotermia sedang hingga berat didapati gejala frekuensi napas dan jantung  melambat, gangguan irama jantung hingga tidak sadarkan diri.

UPAYA PENCEGAHAN HIPOTERMIA

Hipotermia dapat dicegah antara lain dengan cara:

  1. Selalu menjaga tubuh tetap hangat dan kering.
  2. Jaga suhu ruangan tempat tinggal agar tetap hangat, minimal suhu di atas 20o C.  
  3. Jika terpaksa pergi keluar rumah di saat cuaca hujan, berangin atau dingin,  gunakan topi/ penutup kepala untuk melindungi kepala, wajah dan leher, memakai baju berlapis yang ringan dan tidak ketat, untuk lapisan pakaian dalam dapat menggunakan bahan yang menyerap panas seperti wool, sutera atau polipropilen, dan menggunakan jas atau mantel tahan air dan angin.
  4. Dampingi lansia saat bepergian di cuaca hujan atau dingin.

JIKA TERJADI HIPOTERMIA

Jika hipotermia sudah terjadi, pertolongan pertama yang dapat dilakukan adalah :

  1. Mengamankan lansia ke tempat yang hangat dan kering
  2. Baringkan dengan posisi telentang secara perlahan di atas  alas yang kering dan hangat
  3. Segera ganti pakaian basah dengan pakaian kering dan bungkus dengan selimut
  4. Berikan minuman hangat. Penggunaan botol berisi air hangat/panas  atau bantal penghangat yang ditempelkan ke tubuh  tidak disarankan karena dapat menimbulkan luka bakar pada kulit.
  5. Jika terjadi gejala hipotermia berat  atau suhu tubuh di bawah 32oC, lakukan pertolongan pertama dan segera bawa ke unit gawat darurat rumah sakit terdekat untuk penanganan medis lebih lanjut.***

Ilustrasi : freepik.com

Video Lansia:

geriatri,lansia,hipotermia,lansia bahagia,merawat lansia,lansia sehat,berita lansia,lansia online,tips lansia,tips lansia sehat

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026