Berbuat Baik Berdampak Besar pada Kesehatan Fisik dan Mental


Berita Lansia - Studi mengungkap berbuat baik seperti menolong orang lain, empati, dan memberi dukungan emosional juga berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental. 

2025-01-02 00:22:19

Geriatri.id - Kesehatan bukan hanya ditentukan makan sehat, tidur cukup, dan olahraga teratur. Studi mengungkap berbuat baik seperti menolong orang lain, empati, dan memberi dukungan emosional juga berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental. 

Dalam bukunya, *The Biology of Kindness: Six Daily Choices for Health, Well-Being, and Longevity*, Immaculata De Vivo dan Daniel Lumera menjelaskan bagaimana perilaku prososial dapat memperbaiki kualitas hidup.

Tidak hanya membuat lebih bahagia, kebaikan yang dilakukan secara rutin terbukti dapat memperpanjang umur. 
Bagaimana hal itu terjadi?

Secara ilmiah, kebaikan dapat memengaruhi telomer -struktur pelindung di ujung kromosom yang menentukan usia biologis sel. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Telomer yang lebih panjang dikaitkan dengan umur panjang. Sebaliknya, pemendekan telomer sering dikaitkan dengan penuaan dini dan risiko penyakit kronis.

Menurut De Vivo, telomer tidak hanya dipengaruhi faktor genetik, tetapi juga lingkungan dan gaya hidup. 

Salah satu musuh terbesar telomer adalah stres, yang mempercepat oksidasi dan peradangan pada tubuh. 

Namun, sikap positif seperti kebaikan dan empati dapat membantu meredakan stres dan melindungi telomer dari kerusakan.

Kebiasaan baik yang melindungi telomer


1. Olahraga ringan mengurangi stres dan meningkatkan kebugaran fisik.

2. Diet sehat memberikan nutrisi penting untuk regenerasi sel.  

3. Tidur teratur memungkinkan tubuh memperbaiki diri.  

4. Meditasi mengurangi stres dan meningkatkan kesehatan mental.  

5. Kebaikan termasuk empati, kepedulian, dan kasih sayang bermanfaat untuk jantung dan kesehatan keseluruhan. 

Meditasi penuh kasih (loving kindness meditation) dapat membantu menjaga telomer tetap panjang. 

Studi dari Harvard menunjukkan praktik ini dapat memperlambat penuaan biologis jika dilakukannya dengan konsisten.***

Hubungan sosial dan umur panjang

Kebaikan memperkuat hubungan sosial, yang berperan penting dalam kesehatan. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Studi menunjukkan, menjalin hubungan sosial yang baik dapat mengurangi risiko kematian dini lebih efektif dibanding menghindari kebiasaan buruk seperti merokok atau pola makan tidak sehat.

Tindakan kebaikan mampu mengurangi depresi dan kecemasan, bahkan lebih efektif dalam beberapa kasus dibanding terapi tradisional.*** 

*Ilustrasi - berbuat baik berdampak besar pada kesehatan fisik dan mental.(Pexels)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Bahaya Duduk Terlalu Lama bagi Lansia

Memahami Hipertensi (13): Pengaruh Kopi, Matcha, dan Teh

Cara Mengukur Kebutuhan Porsi Makan Lansia

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026