Fakta Menarik Konsumsi Durian, Benarkah Bisa Picu Kolesterol Tinggi?


Berita Lansia - Durian, buah yang dijuluki 'raja buah-buahan', merupakan salah satu buah favorit di Indonesia. Bentuknya yang khas dengan kulit berduri serta aroma tajam unik membuat buah ini mudah dikenali. 

2024-12-27 08:58:55

Geriatri.id - Durian, buah yang dijuluki 'raja buah-buahan', merupakan salah satu buah favorit di Indonesia. Bentuknya yang khas dengan kulit berduri serta aroma tajam unik membuat buah ini mudah dikenali. 

Namun, di balik kesan tersebut, durian menyimpan banyak nutrisi dan manfaat kesehatan.

Nutrisi di dalam durian

Dikutip dari Healthline, durian kaya akan vitamin, serat, dan mineral penting. 

Dalam 1 porsi durian (sekitar 357 kalori) terkandung lemak tak jenuh yang baik untuk menurunkan kolesterol jahat (13 gram), karbohidrat (66 gram), serat (9 gram), vitamin C (80% kebutuhan harian) serta kalium, tiamin, magnesium, dan polat, yang penting untuk fungsi tubuh.

Tidak hanya itu, durian juga mengandung senyawa antioksidan yang mampu melawan radikal bebas.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Durian dan kolesterol: fakta atau mitos?

Ada anggapan makan durian bisa menyebabkan kolesterol tinggi. Faktanya, durian tidak mengandung kolesterol sama sekali. 

Justru, lemak di dalam durian adalah lemak baik yang dapat membantu menurunkan kolesterol jahat dalam tubuh. Jadi, anggapan ini hanyalah mitos.

Manfaat durian untuk kesehatan

Durian menawarkan sejumlah manfaat kesehatan, di antaranya:

1. Mencegah kanker karena kandungan antioksidannya yang melawan radikal bebas.

2. Menjaga kesehatan jantung karena enyawanya membantu menurunkan kolesterol dan menjaga elastisitas pembuluh darah.

3. Menurunkan gula darah karena durian memiliki indeks glikemik rendah dibandingkan buah tropis lainnya.

4. Melawan infeksi, kulit durian memiliki sifat antibakteri dan antijamur.

Efek Samping jika mengonsumsi durian berlebihan


Meski kaya manfaat, durian juga bisa menimbulkan efek samping jika dikonsumsi berlebihan, seperti obesitas karena kandungan kalorinya yang tinggi, radang tenggorokan atau sariawan dan masalah pencernaan, termasuk perut kembung dan sembelit.

Durian juga kurang cocok untuk orang dengan kondisi medis tertentu, seperti penyakit ginjal, karena kandungan kaliumnya yang tinggi.

Baca Juga: Scaling Gigi Ditanggung BPJS Kesehatan Tapi Ada Syaratnya

Tips menikmati durian untuk mendapatkan manfaat maksimal 

- Konsumsi dalam porsi yang wajar.

- Hindari mengkombinasikannya dengan alkohol.

- Perhatikan kondisi kesehatan pribadi sebelum mengonsumsi durian.

Jadi, selama dimakan dengan bijak, durian adalah pilihan yang lezat sekaligus menyehatkan.***

*Ilustrasi - Benarkah makan durian bisa picu kolesterol tinggi?(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Indonesia Semakin “Menua”, Keuangan Belum “Siap”

Makanan Kaya Kalsium yang Baik untuk Kesehatan Tulang

Memahami Hipertensi (10): Panduan dalam Menghadapi Kegawatan Hipertensi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026