
Geriatri.id - Paracetamol, atau asetaminofen, yang selama ini dianggap sebagai obat pereda nyeri, kini menjadi sorotan. Sebuah studi mengungkap, penggunaan rutin paracetamol pada lansia dapat meningkatkan risiko komplikasi serius pada sistem pencernaan, jantung, dan ginjal.
Penelitian ini dipublikasikan di Arthritis Care and Research. Dilansir dari Medical Daily pada Senin, 16 Desember 2024, penelitian ini melibatkan analisis data kesehatan lebih dari 180.000 orang dewasa berusia 65 tahun ke atas yang menerima resep paracetamol berulang.
Data mereka dibandingkan dengan sekitar 400.000 lansia lain yang tidak mengonsumsi paracetamol secara rutin.
Hasilnya mengejutkan, penggunaan berulang paracetamol meningkatkan risiko sejumlah komplikasi kesehatan, termasuk pendarahan tukak lambung hingga 24%, tukak lambung tanpa komplikasi (20%), pendarahan saluran cerna bagian bawah (36%), gagal jantung (9%), hipertensi (7%) dan penyakit ginjal kronis (19%).
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Profesor Weiya Zhang, peneliti utama dalam studi ini, menjelaskan selama ini paracetamol menjadi pengobatan lini pertama untuk osteoartritis pada lansia, sesuai pedoman medis.
"Karena dianggap aman, paracetamol telah lama direkomendasikan sebagai pengobatan lini pertama untuk osteoartritis oleh banyak pedoman pengobatan, terutama pada orang lansia yang berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi terkait obat," ujar Zhang.
Salah satu tantangan yang dihadapi adalah sulitnya melacak total konsumsi paracetamol.
Zat ini sering ditemukan dalam berbagai obat yang dijual bebas, seperti obat flu, pilek, dan alergi.
Mengonsumsi lebih dari empat gram paracetamol dalam satu hari sudah dianggap tidak aman dan dapat membahayakan tubuh, terutama jika digunakan dalam jangka panjang.
Penemuan ini memicu seruan untuk meninjau kembali penggunaan paracetamol sebagai pengobatan utama bagi nyeri kronis pada lansia.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Para peneliti menyarankan dokter lebih berhati-hati dalam meresepkan obat ini dan mempertimbangkan alternatif lain, terutama bagi pasien dengan risiko komplikasi kesehatan.
Penelitian ini menjadi peringatan, khususnya lansia untuk lebih waspada terhadap penggunaan obat-obatan sehari-hari yang dianggap aman.***
*Ilustrasi - Risiko tersembunyi mengonsumsi Paracetamol secara rutin pada Lansia.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri