Geriatri.id - Kekurangan air dapat menyebabakan tubuh bekerja lamban dan sakit kepala. Studi terbaru menunjukkan kekurangan air berdampak pada kinerja kognitif perempuan lanjut usia (lansia).
Tim peneliti menggunakan data dari sampel nasional yang mewakili 1.271 perempuan dan 1.235 pria berusia 60 tahun atau lebih.
Data yang dikumpulkan dari Survei Pemeriksaan Gizi dan Kesehatan dimana partisipan memberikan sampel darah dan ditanya tentang semua makanan dan minuman yang dikonsumsi sehari sebelumnya.
Status hidrasi dihitung berdasarkan konsentrasi natrium, kalium, glukosa, dan urea nitrogen dalam darah partisipan.
Tim peneliti mengukur asupan air total sebagai cairan gabungan dan kelembaban dari semua minuman dan makanan
"Studi ini memberi petunjuk tentang bagaimana hidrasi dan kebiasaan minum berhubungan dengan kognisi pada orang dewasa yang lebih tua," ujar Hilary Bethancourt, sarjana postdoctoral dalam kesehatan biobehavioral di Penn State dan penulis pertama makalah dalam European Journal of Nutrition.
Menurutnya, lansia menghadapi peningkatan risiko penurunan kognitif seiring dengan bertambahnya usia. Tim peneliti menemukan hasil yang sama dari partisipan yang minum air terlalu banyak.
Profesor kesehatan global, Asher Rosinger, mengatakan, hasil penelitian menemukan kecenderungan kelebihan hidrasi juga bisa merusak kinerja kognitif seperti dehidrasi pada lansia.
"Karena itu, berada di 'sweet spot' hidrasi yang paling baik untuk fungsi kognitif," kata Rosinger.
Sejumlah peneliti mengatakan, para ilmuwan telah lama menduga dehidrasi mungkin berdampak pada kinerja kognitif. Namun, mayoritas penelitian sebelumnya lebih fokus pada orang muda yang sehat yang mengalami dehidrasi setelah berolahraga dan atau karena suhu panas.
Peneliti menyebutkan, seiring bertambahnya usia, cadangan air menurun karena berkurangnya massa otot, ginjal menjadi kurang efektif dalam menahan air, sinyal hormon yang memicu rasa haus dan memotivasi asupan air menjadi tumpul.
"Karena itu, menurut kami sangat penting untuk melihat kinerja kognitif terkait status hidrasi dan asupan air lansia yang mungkin mengalami kekurangan cairan secara teratur," kata peneliti.***(rif)
Ilustrasi air minum (Pxhere)