Bebas Stres, Hobi Kunci Kebahagian dan Umur Panjang


Berita Lansia - Di balik kesibukan menjalankan perusahaan besar dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett memiliki rahasia sederhana untuk menjaga keseimbangan hidup, yaitu hobi. 

2024-12-14 19:52:48

Geriatri.id - Di balik kesibukan menjalankan perusahaan besar dan menjadi salah satu orang terkaya di dunia, Warren Buffett memiliki rahasia sederhana untuk menjaga keseimbangan hidup, yaitu hobi. 

Miliarder asal Amerika Serikat ini meyakini bahwa menjalani hobi bukan hanya sekadar aktivitas santai, tetapi juga menjadi kunci sukses.  

Buffett dikenal gemar bermain kartu sebagai cara untuk melatih daya pikirnya.

Selain itu, pria yang kini berusia 90-an ini juga sudah puluhan tahun memainkan ukulele, alat musik kecil yang menjadi teman setianya. 

“Hobi adalah cara untuk menyeimbangkan kehidupan pribadi dan pekerjaan, sekaligus meningkatkan kebahagiaan dan kesuksesan seseorang,” ujar Buffett.  

Namun, apa sebenarnya yang membuat hobi begitu penting, terutama bagi mereka yang hidup dalam dunia kerja yang penuh tekanan? 

Berikut tiga alasan yang didukung penelitian ilmiah mengapa memiliki hobi di luar pekerjaan dapat meningkatkan kualitas hidup dan produktivitas.  

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

1. Meningkatkan produktivitas

Hobi ternyata dapat memberikan dorongan besar bagi produktivitas.  Sebuah studi yang diterbitkan dalam Journal of Occupational and Organizational Psychology menemukan, karyawan yang memiliki hobi menunjukkan kemampuan pemecahan masalah kreatif lebih baik. 

Mereka juga memiliki sikap lebih positif terhadap pekerjaan mereka.  

Hal ini sejalan dengan penelitian lain yang menunjukkan, pekerja dengan hobi merasa lebih puas dengan pekerjaan mereka. 


Selain itu, mereka lebih mampu mempertahankan produktivitas dalam jangka panjang dibandingkan dengan mereka yang tidak memiliki hobi.  

2. Menurunkan stres
  
Bagi banyak orang, tekanan pekerjaan sering kali menjadi penyebab utama stres. 

Namun, penelitian yang diterbitkan dalam Annals of Behavioral Medicine menunjukkan bahwa melakukan hobi dapat mengurangi stres secara signifikan.  

Karyawan yang rutin menjalankan hobi dilaporkan memiliki suasana hati lebih positif, tingkat stres lebih rendah, dan detak jantung lebih stabil. 

Hobi seperti melukis, memasak, hingga memainkan alat musik terbukti memiliki manfaat yang mendukung kesehatan mental dan fisik.  

Lebih jauh lagi, studi terhadap 1.400 orang mengungkap bahwa aktivitas menyenangkan dapat membantu menjaga tekanan darah tetap stabil dan meningkatkan fokus. 

Artinya, menjalani hobi bukan hanya baik untuk kesehatan mental, tetapi juga bagi kesehatan fisik jangka panjang.  

3. Meningkatkan kesejahteraan

Bagi mereka yang ingin merasakan manfaat paling besar, salah satu hobi terbaik adalah menulis jurnal. 

Penelitian menunjukkan, praktik menulis jurnal, terutama dengan rasa syukur, dapat membantu menyeimbangkan emosi negatif dan meningkatkan kebahagiaan.  

Ketika orang mengekspresikan rasa syukur, otak melepaskan hormon dopamin dan serotonin, yang dikenal sebagai “hormon bahagia”. 


Bahkan hanya meluangkan waktu dua menit sehari untuk menuliskan tiga hal yang disyukuri dapat membawa dampak besar pada suasana hati dan kesejahteraan mental.  

Investasi jangka panjang untuk hidup bahagia

Banyak orang mungkin menganggap hobi sebagai pemborosan waktu.  Namun, Buffett dan berbagai penelitian membuktikan bahwa hobi adalah investasi berharga untuk kesejahteraan, kebahagiaan, dan umur panjang.  

Mulailah dengan mencari aktivitas, seperti olahraga, seni, musik, atau bahkan sekadar menulis jurnal. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Seperti yang diyakini Buffett, menjalani hobi bukan hanya soal bersenang-senang, tetapi juga langkah bijak menuju kehidupan yang lebih seimbang dan sukses.  

Jadi, sudahkah Anda menemukan hobi yang menjadi “pelarian” sekaligus penyeimbang hidup Anda?***

*Ilustrasi - Pentingnya lansia memiliki hobi.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Sekolah Lansia: Cara Baru Menjaga Kesehatan Fisik dan Mental di Usia Senja

Mobil-Mobil ini Mungkin Cocok untuk Lansia

Cara Penggunaan Tongkat agar Tetap Seimbang

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026