
Geriatri.id - Seiring bertambahnya usia, proses penuaan dapat menyebabkan penurunan daya tahan tubuh. Ini membuat lansia lebih rentan terhadap berbagai penyakit.
Beberapa penyakit bahkan bisa meningkatkan risiko kematian jika tidak ditangani dengan tepat.
Berikut 15 penyakit yang sering menyerang lansia dan langkah pencegahannya.
1. Penurunan fungsi penglihatan
Penurunan fungsi penglihatan sering terjadi pada lansia, dengan katarak sebagai salah satu penyebab utamanya.
Katarak menyebabkan lensa mata menjadi keruh, sehingga pandangan buram.
Penyakit ini bisa disebabkan trauma, paparan cahaya matahari, diabetes, penggunaan obat-obatan jangka panjang, atau faktor genetik.
Degenerasi makula juga sering terjadi, yaitu kerusakan saraf mata yang dapat menyebabkan kebutaan.
Deteksi dini sangat penting untuk menjaga kualitas penglihatan lansia.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Pencegahan
- Hindari paparan sinar matahari langsung.
- Jalani pemeriksaan mata secara rutin.
- Konsumsi makanan kaya antioksidan seperti sayuran hijau dan buah-buahan.
2. Presbikusis
Presbikusis adalah penurunan pendengaran yang umum terjadi pada lansia.
Gejala meliputi sulit mendengar dalam kondisi bising dan sering meminta lawan bicara mengulangi kata-kata.
Pencegahan
- Hindari paparan suara bising.
- Gunakan alat bantu pendengaran jika diperlukan.
3. Obesitas
Obesitas dapat memicu berbagai penyakit seperti diabetes dan kolesterol tinggi.
Minimnya aktivitas fisik sering menjadi penyebab utama obesitas pada lansia.
Pencegahan
- Tingkatkan aktivitas fisik.
- Jaga pola makan seimbang.
4. Kolesterol tinggi
Kolesterol tinggi dapat memicu penyakit seperti serangan jantung.
Lansia yang memiliki gaya hidup kurang sehat sejak muda lebih berisiko terkena penyakit ini.
Pencegahan
- Batasi konsumsi makanan tinggi lemak jenuh.
- Perbanyak serat dalam diet harian.
- Rutin memantau kadar kolesterol.
5. Radang sendi
Radang sendi atau arthritis menyebabkan nyeri dan pembengkakan pada sendi, yang dapat membatasi pergerakan.
Pencegahan
- Jaga berat badan ideal.
- Lakukan olahraga yang aman bagi sendi.
- Konsumsi suplemen kalsium sesuai anjuran dokter.
6. Osteoporosis
Osteoporosis menyebabkan tulang rapuh dan mudah patah.
Kekurangan kalsium menjadi salah satu penyebab utamanya.
Pencegahan
- Konsumsi makanan tinggi kalsium dan vitamin D.
- Lakukan olahraga yang memperkuat tulang.
Dengan menerapkan gaya hidup sehat sejak muda, banyak penyakit lansia dapat dicegah atau diperlambat perkembangannya.
7. Hipertensi
Hipertensi sering tidak terdeteksi hingga menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung dan stroke.
Gejala yang mungkin muncul diantaranya sakit kepala hebat dan nyeri dada.
Pencegahan
- Kurangi konsumsi garam.
- Rutin berolahraga.
- Periksa tekanan darah secara berkala.
8. Diabetes
Diabetes melitus tipe 2 sering terjadi akibat resistensi insulin.
Gejala meliputi sering haus, sering buang air kecil, dan luka yang sulit sembuh.
Pencegahan
- Batasi konsumsi gula dan karbohidrat sederhana.
- Rutin berolahraga.
- Periksa kadar gula darah secara berkala.
9. Penyakit jantung
Penyakit jantung koroner sering terjadi akibat gaya hidup tidak sehat, seperti merokok, pola makan buruk, dan kurang aktivitas fisik.
Kondisi ini merupakan salah satu penyebab utama kematian pada lansia.
Pencegahan
- Terapkan pola makan sehat.
- Hindari merokok.
- Lakukan aktivitas fisik secara teratur.
10. Stroke
Stroke disebabkan terhentinya aliran darah ke otak. Gejalanya dikenal dengan akronim FAST: Face (wajah turun sebelah), Arms (melemahnya anggota gerak), Speech (gangguan bicara), dan Time (segera cari bantuan medis).
Pencegahan
- Kendalikan tekanan darah.
- Hindari rokok dan alkohol.
- Jaga berat badan ideal.
11. Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)
PPOK sering disebabkan oleh paparan polutan udara jangka panjang, seperti asap rokok.
Penyakit ini membuat lansia sulit bernapas.
Pencegahan
- Hindari paparan polusi udara.
- Berhenti merokok.
12. Pikun atau demensia
Demensia ditandai dengan gangguan mengingat dan berpikir, yang dapat memengaruhi kualitas hidup lansia.
Penyakit ini sering dipicu Alzheimer atau gangguan otak lainnya.
Pencegahan
- Lakukan aktivitas yang merangsang otak, seperti membaca atau bermain teka-teki.
- Jalani pola makan sehat.
- Periksa kesehatan secara berkala.
13. Penyakit Parkinson
Parkinson menyebabkan tremor, kekakuan, dan gangguan gerakan lainnya.
Penyakit ini dapat menurunkan kualitas hidup lansia, seperti kesulitan mengunyah atau tidur.
Pencegahan
- Konsumsi makanan tinggi antioksidan.
- Lakukan olahraga ringan.
14. Depresi
Depresi pada lansia bisa disebabkan oleh kesepian, kurang aktivitas, atau penyakit kronis.
Kondisi ini dapat melemahkan daya tahan tubuh.
Pencegahan
- Perbanyak interaksi sosial.
- Libatkan diri dalam kegiatan yang menyenangkan.
- Cari dukungan psikologis jika diperlukan.
15. Insomnia
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Kesulitan tidur sering dialami oleh lansia, yang dapat memengaruhi kualitas hidup mereka.
Pencegahan
- Tetapkan jadwal tidur teratur.
- Hindari kafein di malam hari.
Selain menjaga pola makan, olahraga, dan istirahat cukup, suplemen seperti Enervon Gold 50+ yang kaya vitamin C, lutein, dan omega 3 juga bisa membantu menjaga kesehatan di usia emas.
Jaga kesehatan sejak dini untuk menikmati masa tua berkualitas!***
*Ilustrasi - Penyakit yang sering menyerang lansia.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri