Geriatri.id - Sebuah permainan atau game tidak hanya menyenangkan, tapi juga dapat membuat pikiran menjadi gesit dan tajam. Setidaknya ini menjadi perhatian utama dari sejumlah penelitian terbaru yang menunjukkan manfaat kognitif dari permainan.
Sebagai contoh, beberapa peneliti menyarankan bahwa hanya 1 jam bermain game dapat meningkatkan perhatian. Beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa game dapat meningkatkan kognisi.
Penelitian baru meneliti dampak permainan non-digital, seperti permainan catur dan kartu, pada kemampuan kognitif lansia (lanjut usia).
Dalam hal orang lansia, seperti dikutip dari medicalnewstoday, manfaat permainan melalui komputer tampaknya lebih besar.
Dari aplikasi pelatihan otak yang dapat mencegah gangguan kognitif ringan hingga video game 3D yang dapat membalikkan penurunan kognitif yang berkaitan dengan usia, bermain game di komputer tampaknya menawarkan banyak manfaat.
Tapi bagaimana dengan game analog? Apakah hanya permainan komputer yang bermanfaat bagi kesehatan otak lansia, atau dapatkah game non-digital, seperti kartu, permainan papan, atau teka-teki silang, juga memengaruhi kognisi?
Para peneliti di University of Edinburgh di Inggris berupaya untuk menyelidiki.
Drew Altschul, dari Fakultas Filsafat, Psikologi, dan Ilmu Bahasa, ikut menyusun makalah baru bersama dengan Profesor Ian Deary, yang merupakan direktur Koh Lothian Birth Cohort Edinburgh.***
HIL/ ilustrasi : freepik.com