Benarkah Kurang Vitamin D Bisa Sebabkan Depresi?


Berita Lansia - Usia dapat berkontribusi terhadap defisiensi vitamin D. Seiring bertambahnya usia, kulit  menjadi kurang efisien dalam mensintesis vitamin D.

2020-01-06 13:32:38

Getiatru.id - Apa yang Anda ketahui tentang vitamin D? Ya, mungkin tak sedikit orang yang belum paham betul tentang vitamin D dan apa dampaknya bila kekurangan atau difisiensi vitamin D.

Perlu kita tahu, usia dapat berkontribusi terhadap defisiensi vitamin D. Seiring bertambahnya usia, kulit  menjadi kurang efisien dalam mensintesis vitamin D. Orang tua juga cenderung membatasi waktu ‘berjemur’ di bawah sinar matahari dan mungkin sedikit mengonsumsi makanan yang mengandung vitamin D.

Vitamin D dikenal sebagai vitamin "sinar matahari". Ini adalah nutrisi penting yang larut dalam lemak. Vitamin D membantu menjaga tulang tetap sehat dan kuat, membantu pertumbuhan sel, dan bermanfaat bagi fungsi kekebalan tubuh.

Tubuh Anda menyerap vitamin D terutama melalui paparan sinar matahari, meskipun suplemen makanan dan makanan tertentu juga merupakan sumber nutrisi.

Nah, kekurangan vitamin D terjadi ketika tubuh tidak menyerap kadar yang disarankan. Kadar vitamin D yang tidak mencukupi dapat menyebabkan tulang menjadi cacat, rapuh, atau kurus.

Seperti dikutip healthline.com, berikut ini juga dapat menyebabkan sejumlah masalah kesehatan :

• pelunakan tulang (osteomalacia)

• kepadatan tulang yang rendah (osteopenia)

• osteoartritis

• penyakit jantung

• kanker

 

Vitamin D dan depresi

Penelitian telah menunjukkan hubungan antara kekurangan vitamin D dan depresi. Para peneliti dengan studi meta-analisis pada  2013 mencatat bahwa peserta atau koresponden yang diteliti  dengan depresi juga memiliki kadar vitamin D yang rendah. Analisis yang sama menemukan bahwa secara statistik, orang dengan vitamin D rendah memiliki risiko depresi yang jauh lebih besar.

Para peneliti percaya bahwa karena vitamin D penting untuk fungsi otak, kadar nutrisi yang tidak cukup dapat berperan dalam depresi dan penyakit mental lainnya. Sebuah studi tahun 2005, mengidentifikasi reseptor vitamin D di area otak yang sama yang terkait dengan depresi.

Faktor risiko kekurangan vitamin D

Kurangnya paparan sinar matahari, gaya hidup, dan usia dapat berkontribusi pada kadar vitamin D yang rendah.

Paparan sinar matahari

Paparan sinar matahari adalah sumber utama vitamin D bagi kebanyakan orang. Jika Anda menghindari sinar matahari atau menggunakan terlalu banyak tabir surya, Anda membatasi paparan matahari. Itu justru dapat menyebabkan kekurangan vitamin D.

Jumlah paparan sinar matahari dibutuhkan akan tergantung pada iklim di sekitar Anda, hari, dan tahun. Orang dengan kulit yang lebih terang cenderung menyerap vitamin D lebih cepat. Anda mungkin membutuhkan 15 menit hingga 2 jam paparan per hari untuk mendapatkan cukup vitamin D dari paparan sinar matahari saja.

Diet atau makanan


Beberapa makanan secara alami kaya akan vitamin D. Cobalah makan lebih banyak dari sumber vitamin D alami yang luar biasa ini:

• ikan salmon

• makarel

• ikan berlemak lainnya

• minyak hati ikan

• lemak hewani

• produk makanan yang diperkaya vitamin D, seperti jus jeruk dan sereal

Jika mengikuti pola makan vegan atau vegetarian, ada kemungkinan Anda tidak mendapatkan cukup vitamin D.

Warna kulit lebih gelap

Orang yang memiliki kulit lebih gelap memiliki jumlah melanin yang lebih besar. Melanin mengurangi produksi vitamin D di kulit.

Sebuah studi tahun 2006 menemukan bahwa di Amerika Serikat, kekurangan vitamin D lebih umum di antara orang Afrika-Amerika daripada populasi Amerika lainnya. Tidak jelas apakah kadar vitamin D yang lebih rendah pada orang dengan kulit gelap memiliki implikasi kesehatan yang serius.

Domisili atau tempat tinggal

Studi yang dipublikasikan dalam The Journal of Nutrition dan International Journal of Circumpolar Health menemukan bahwa orang yang tinggal di garis lintang utara, seperti belahan utara Amerika Serikat mungkin memiliki kadar vitamin D yang lebih rendah.

Jika daerah tempat tinggal Anda lebih sedikit terkena sinar matahari, Anda mungkin perlu menghabiskan lebih banyak waktu di luar untuk meningkatkan paparan sinar matahari.

Kegemukan

Ada hubungan antara kekurangan vitamin D dan orang dengan indeks massa tubuh (BMI) 30 atau lebih tinggi. Orang yang kegemukan mungkin perlu menyerap lebih banyak vitamin D daripada orang dengan berat rata-rata untuk mencapai tingkat nutrisi yang disarankan.

Jika BMI Anda 30 atau lebih tinggi, berkonsultasilah dengan dokter Anda untuk membuat rencana penurunan berat badan.***

Hilman/ilustrasi : freepik.com

 

geriatri,gerontologi,lansia,lansia sehat,lansia bahagia,merawat lansia,lansia online,berita lansia,lansia depresi

ARTIKEL LAINNYA

Berkebun Yuk, Guna Usir Kejenuhan

'Apakah Boleh Kita Meminta dan Memilih Pulang?'

Mata Juga Perlu Dicek Secara Rutin

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026