
Geriatri.id - Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan salah satu kondisi kesehatan serius yang kerap disebut sebagai "pembunuh senyap".
Ini karena hipertensi sering kali hadir tanpa gejala namun bisa menyebabkan komplikasi serius seperti penyakit jantung, ginjal, hingga kebutaan.
Berdasarkan data InfoDATIN dari Kementerian Kesehatan RI, hipertensi terjadi ketika tekanan darah sistolik melebihi 140 mmHg dan tekanan darah diastolik lebih dari 90 mmHg.
Sayangnya, masih banyak mitos yang beredar tentang hipertensi di masyarakat. Mitos ini justru dapat menghalangi pemahaman dan pencegahan hipertensi.
Berikut 10 fakta dan mitos seputar hipertensi yang penting untuk diketahui:
1. Mitos: Penderita hipertensi tidak boleh konsumsi daging merah
Faktanya, penderita hipertensi masih bisa mengonsumsi daging merah, namun dengan batasan tertentu.
Sebaiknya hindari mengonsumsi daging merah tinggi garam atau diawetkan karena bisa memperburuk kondisi.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
2. Mitos: Konsumsi kopi menyebabkan hipertensi
Kafein dalam kopi dan minuman lainnya hanya meningkatkan tekanan darah secara sementara.
Namun, orang yang sensitif terhadap kafein sebaiknya membatasi konsumsi kopi untuk mencegah efek jangka panjang.
3. Mitos: Sayuran hijau menyebabkan tekanan darah naik
Anggapan sayuran hijau menyebabkan tekanan darah naiktidak benar.
Sayuran hijau kaya akan magnesium dan kalium yang baik untuk kesehatan jantung dan menurunkan tekanan darah.
Jika terjadi kenaikan tekanan darah, biasanya disebabkan tambahan garam atau penyedap dalam proses memasak.
4. Mitos: Tekanan darah tinggi dapat dikendalikan hanya dengan membatasi garam
Bukan hanya garam, faktor lain seperti kebiasaan merokok, pola makan, dan kurang aktivitas fisik juga memengaruhi hipertensi.
5. Mitos: Hipertensi bukan penyakit berbahaya
Faktanya, hipertensi dapat mengakibatkan penyakit serius dan berpotensi fatal seperti stroke, aneurisma dan gagal jantung.
6. Mitos: Semua lansia pasti hipertensi
Meski risiko hipertensi meningkat seiring bertambahnya usia, lansia bisa tetap memiliki tekanan darah normal asalkan menerapkan pola hidup sehat dan teratur.
7. Mitos: Hipertensi bersifat keturunan dan pasti diturunkan
Riwayat keluarga memang berperan, namun faktor lain seperti gaya hidup jauh lebih memengaruhi risiko hipertensi.
8. Mitos: Suplemen mineral bisa menurunkan tekanan darah
Meski mineral seperti kalium, kalsium dan magnesium penting, mengonsumsi suplemen belum terbukti menurunkan tekanan darah.
Sumber mineral alami dari makanan jauh lebih direkomendasikan.
9. Mitos: Penderita hipertensi tidak boleh mengonsumsi masakan bersantan
Masakan bersantan boleh dikonsumsi dalam batas wajar. Namun hindari kandungan lemak tinggi karena bisa memperburuk tekanan darah.
10. Mitos: Minuman isotonik dan energi baik untuk penderita hipertensi
Beberapa produk minuman ini mengandung natrium dan gula buatan yang dapat meningkatkan tekanan darah.
Sebaiknya penderita hipertensi memilih air putih atau minuman alami tanpa pemanis.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Untuk mengendalikan hipertensi, penting bagi penderita berkonsultasi dengan dokter secara rutin dan mengikuti anjuran pengobatan.
Pola hidup sehat adalah langkah pencegahan utama yang meliputi olahraga rutin, makan makanan bergizi, membatasi garam, menghentikan rokok, dan mengurangi konsumsi alkohol.
Dengan menghindari mitos yang menyesatkan, orang bisa menjaga tekanan darah tetap stabil dan hidup dengan lebih sehat.***
*Ilustrasi - Mengenali deretan mitos dan fakta seputar hipertensi.(Pxhere)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri