Terungkap, Rahasia Centenarian Ternyata Jarang Konsumsi 6 Makanan Ini


Berita Lansia - Para centenarian atau orang yang hidup hingga usia 100 tahun ke atas, umumnya ditemukan di beberapa wilayah tertentu di dunia yang dikenal sebagai zona biru. 

2024-11-01 09:53:17

Geriatri.id - Para centenarian atau orang yang hidup hingga usia 100 tahun ke atas, umumnya ditemukan di beberapa wilayah tertentu di dunia yang dikenal sebagai zona biru. 

Wilayah ini meliputi Okinawa (Jepang), Sardinia (Italia), Nicoya (Kosta Rika), Ikaria (Yunani) dan komunitas Loma Linda (California).

Di sana, gaya hidup sehat seimbang dan konsumsi makanan tertentu diyakini berperan besar dalam memperpanjang usia penduduknya.

Menurut Dan Buettner, produser dokumenter Netflix "Live to 100: Secrets of the Blue Zones", para centenarian di zona biru biasanya mengonsumsi makanan utuh dan berbasis tanaman, seperti umbi-umbian, sayuran, kacang-kacangan, dan biji-bijian. 

“Mereka sering kali mengikuti aturan 80/20, memilih makanan kaya nutrisi di sebagian besar waktu, dan menikmati makanan kurang bergizi dalam jumlah sedang, sambil tetap menjaga pergerakan sehari-hari, membina komunitas yang kuat, dan percaya pada tujuan pribadi mereka,” kata Amy Davis.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Menariknya, ada enam jenis makanan yang sangat jarang mereka konsumsi, yang mungkin berperan besar dalam menekan risiko penyakit kronis dan menjaga tubuh tetap sehat hingga usia lanjut.

1. Biji-bijian halus

Para centenarian lebih memilih biji-bijian utuh dibandingkan biji-bijian halus seperti tepung putih dan roti olahan. 

Biji-bijian utuh kaya akan serat, vitamin, dan mineral yang penting bagi kesehatan jantung, usus, dan sistem kekebalan tubuh. 

Produk olahan seperti pasta putih atau nasi putih sebagian besar menghilangkan nutrisi esensial saat diproses, sehingga centenarian lebih memilih yang alami.

2. Daging merah

Daging merah jarang ditemukan dalam pola makan centenarian. Mereka yang tinggal di wilayah pesisir lebih mengonsumsi ikan sebagai sumber protein. 

Penelitian menunjukkan, konsumsi daging merah berlebihan dapat meningkatkan risiko penyakit jantung dan kanker usus. 

Bagi para centenarian, protein dari tumbuhan atau ikan adalah pilihan yang lebih sehat.

3. Makanan kemasan


Makanan kemasan dengan bahan pengawet, perasa buatan, dan gula tambahan adalah hal yang dihindari centenarian. 

Makanan olahan ini kerap dikaitkan dengan peningkatan risiko diabetes, penyakit jantung, dan bahkan depresi. 

Menghindari makanan kemasan adalah salah satu upaya para centenarian dalam menjaga kesehatan jangka panjang mereka.

4. Produk susu

Susu sapi jarang ditemukan dalam pola makan di zona biru. Produk susu memang kaya protein dan kalsium, namun juga mengandung lemak jenuh yang kontroversial terkait dengan risiko penyakit jantung. 

Para centenarian cenderung mengganti susu sapi dengan sumber kalsium nabati atau produk susu fermentasi seperti yogurt dalam jumlah kecil.

5. Camilan manis

Meski tak sepenuhnya menghindari gula, centenarian mengonsumsinya dalam jumlah sangat terbatas. 

Makanan dan minuman manis bukan bagian dari pola makan rutin mereka, hanya sesekali pada acara khusus. 

Hal ini membantu mereka menjaga kadar gula darah tetap stabil dan mengurangi risiko penyakit kronis yang sering dikaitkan dengan konsumsi gula berlebih.

6. Daging olahan

Daging olahan jarang terlihat dalam menu makanan centenarian. Kandungan lemak jenuh dan bahan pengawet seperti nitrat pada daging olahan diketahui berpotensi meningkatkan risiko kanker dan penyakit jantung. 

Para centenarian lebih memilih daging segar atau protein nabati sebagai alternatif yang lebih sehat.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Menghindari enam jenis makanan ini bisa menjadi langkah penting dalam menerapkan gaya hidup sehat ala centenarian, sekaligus memperpanjang usia dan meningkatkan kualitas hidup. 

Selain diet, para centenarian juga menjaga kesehatan dengan cara hidup seimbang dengan melibatkan aktivitas fisik harian, komunitas sosial, dan tujuan hidup yang jelas.***

Sumber: realsimple.com

*Ilustrasi - Daging merah salah satu makanan yang jarang dikonsumsi centenarian.(Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

Kapan Lansia Membutuhkan Pendamping di Rumah?

Orangtua 'Wajib' Ikut Posyandu Lansia

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026