
Geriatri.id - Ada banyak mitos yang beredar di masyarakat mengenai lansia. Berikut ini beberapa mitos seperti dikutip dari rush.edu :
1. Mitos: Lansia Akan Merasa Kesepian dan Terisolasi?
Dapat dimengerti bila lansia merasa sedih, terutama jika mereka kehilangan orang dekat atau tinggal jauh dari keluarga.
Tetapi kehidupan sosial lansia tidak harus berkurang seiring bertambahnya usia.
Bahkan, lansia mungkin memiliki lebih banyak waktu dan energi untuk mencurahkan hubungan sosialnya daripada ketika bekerja penuh waktu dan membesarkan anak-anak.
"Ada banyak kesempatan bagi lansia untuk bertemu orang-orang - melalui komunitas agama, dengan bergabung dengan klub buku atau gym, dengan mengikuti kelas atau menjadi sukarelawan," kata Lambert.
"Ada berbagai kegiatan sosial yang menarik. Terlibat dalam kegiatan sosial membantu lansia merasa lebih bersemangat.”
2. Mitos: Lansia Butuh Lebih Sedikit Jam Tidur?
Memang benar bahwa lansia membutuhkan lebih sedikit tidur daripada orang dewasa muda - tetapi hanya 30 hingga 60 menit lebih sedikit. "Jam tidur lansia tidak perlu kurang,” kata Lambert. "Lansia masih harus tidur enam sampai tujuh jam semalam."
Jika lansia tidak bisa tidur nyenyak, mungkin ada banyak penyebabnya, mulai dari kebiasaan tidur yang buruk (misalnya, waktu tidur dan bangun yang tidak teratur, tidur siang hari) hingga masalah kesehatan kronis. Obat-obatan tertentu, kafein, alkohol, dan nikotin juga dapat menyebabkan kurang tidur.
Jika sulit tidur memengaruhi kesehatan lansia atau kemampuannya untuk menikmati hidup, ia mungkin perlu berkonsultasi dengan ahli.
3. Mitos: Berat Badan Lansia Bertambah karena Metabolisme melambat seiring pertambahan usia.
Meskipun benar bahwa metabolisme lansia lebih lambat - yang berarti tubuhnya tidak membakar kalori secepat dulu - kenaikan berat badan sebaiknya dihindari. Kuncinya adalah menyesuaikan kebiasaan atau gaya hidup sehat sehari-hari.
Untuk mempertahankan berat badan yang sehat, fokuslah pada hal berikut:
• Makan lebih cerdas
Karena tubuh lansia membutuhkan lebih sedikit kalori seiring bertambahnya usia, penting bagi ia untuk memerhatikan apa dan seberapa banyak makanana yang dikonsumsi. Pria 65 tahun yang cukup aktif membutuhkan 2.400 kalori setiap hari; sedangkan seorang wanita 65 tahun membutuhkan 1.800.
• Aktivitas fisik.
Lansia disarankan melakukan olahraga selama 150 menit dengan aktivitas kardiovaskular intensitas sedang dan dua sesi kegiatan penguatan otot setiap minggu. "Apakah nge-gym untuk berolahraga, atau melakukan kegiatan aktif seperti berkebun, berjalan-jalan dengan anjing atau menari, kuncinya adalah seaktif mungkin," kata Lambert.
• Kelola stres.
Stres dapat menyebabkan kenaikan berat badan, baik karena efek biologisnya pada tubuh maupun karena orang yang stres sering beralih atau ‘melampiaskan’ pada makanan. Aktivitas fisik dapat membantu ia menghilangkan stres. Selain itu, cobalah kegiatan santai seperti yoga atau meditasi.
"Kita semua harus berusaha untuk menjadi lansia yang sehat dan aktif," kata Lambert. "Ketika saya melihat orang-orang berusia 80-an dan bahkan 90-an di sana mengalami hal-hal baru dan menikmati hidup, itu adalah hal yang luar biasa."***
Hilman/ilustrasi: freepik.com
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri