Benarkah Lansia Penderita Kanker Tak Dianjurkan Lakukan Kemoterapi?


Berita Lansia - Lansia cenderung mengalami penurunan fungsi organ (seperti ginjal dan jantung), yang dapat meningkatkan risiko efek samping kemoterapi. 

2024-10-27 21:58:58

Geriatri.id - Kemoterapi tidak selalu dilarang bagi lansia yang menderita kanker, tetapi penggunaannya harus mempertimbangkan kondisi spesifik pasien. 

Banyak faktor seperti kondisi kesehatan secara umum, tingkat kerapuhan (frailty), dan penyakit penyerta sangat mempengaruhi keputusan pemberian kemoterapi pada lansia.

Lansia cenderung mengalami penurunan fungsi organ (seperti ginjal dan jantung), yang dapat meningkatkan risiko efek samping kemoterapi. 

Selain itu, lansia lebih rentan terhadap komplikasi seperti neutropenia (penurunan sel darah putih) dan penurunan kognitif akibat obat-obatan kemoterapi. 

Baca juga: Gara-gara Kebijakan Overbooking, Lansia dengan Penyakit Jantung Batal Terbang

Banyak lansia juga memiliki keterbatasan fisik atau mental yang mengurangi kemampuan mereka menangani pengobatan intensif seperti kemoterapi. 

"Semakin tua usia pasien, semakin besar risiko efek toksik selama kemoterapi," kata Dr. Arti Hurria, pakar geriatri onkologi seperti dikutip dari Geriatric Oncology Research.

Oleh karena itu, penting untuk mengukur tingkat kesiapan fisik dengan alat seperti Comprehensive Geriatric Assessment (CGA) atau penilaian risiko toksisitas kemoterapi seperti CRASH score atau CARG calculator.

Alih-alih menggunakan kemoterapi intensif, dokter dapat memilih terapi yang lebih ringan atau terapi bertahap (sequential-agent therapy). 

Beberapa kasus juga lebih cocok untuk imunoterapi atau terapi target yang umumnya memiliki efek samping lebih ringan. Selain itu, pendekatan seperti surveilans aktif (active surveillance) digunakan pada kasus kanker yang tumbuh lambat untuk menghindari overtreatment.

Organisasi seperti International Society of Geriatric Oncology (SIOG) dan American Society of Clinical Oncology (ASCO) merekomendasikan agar pengobatan kanker pada lansia disesuaikan dengan kondisi spesifik mereka. 


Hal itu termasuk memastikan bahwa pasien menerima informasi yang jelas dan dukungan dari keluarga selama proses pengambilan keputusan.

Lansia dengan kanker tidak serta-merta dilarang menjalani kemoterapi. Namun, keputusan tersebut memerlukan evaluasi menyeluruh agar risiko dan manfaatnya seimbang. 

Baca juga: Fakta Seputar Alpukat yang Belum Banyak Diketahui Orang

Pendekatan yang tepat sangatlah penting, termasuk mempertimbangkan opsi terapi lain dan dukungan keluarga, lansia tetap bisa mendapatkan pengobatan yang optimal.***

*Foto: Ilustrasi kemoterapi pada lansia kanker. (Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

Yoga Adalah Pilihan Olahraga Cerdas yang Bagi Lansia

1 dari 5 Lansia Indonesia Masih Merokok Setiap Hari, Ini Bahayanya!

Ini Manfaat bagi Si Pendonor

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026