
Oleh : Prof. Dr. dr. Siti Setiati SpPD-KGer, M.Epid FINASIM
Ketua Umum Perhimpunan Gerontologi Medik Indonesia (PERGEMI)
Divisi Geriatri, Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI – RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta
Umumnya, kondisi fisik para lansia (lanjut usia) seiring bertambah usia makin melemah. Tak sedikit lansia kemudian merasa malas berolahraga. Padahal, olahraga sebaiknya tidak ditinggalkan, meski sudah usia senja.
Meski begitu, lansia perlu memerhatikan jenis olahraga yang aman dan minim risiko cedera. Para usia lanjut dapat melakukan olahraga dengan intensitas sedang. Namun, hindari olahraga dengan intensitas tinggi. Olahraga tersebut sebaiknya dilakukan secara rutin.
Olahraga pada lansia memiliki segudang manfaat. Misalnya, mempertahankan fungsi kognitif, bahkan dapat mencegah dan memperlambat kepikunan. Beberapa penelitian juga mengungkapkan hasil demikian.
Lalu, olahraga apa saja yang dapat dipilih lansia? Yang paling aman dan paling baik adalah berjalan kaki. Hindari olahraga berlari karena berisiko terjatuh. Pilihan olahraga lainnya adalah bersepeda dan berenang. Kegiatan lain yang bia dilakukan lansia adalah naik-turun tangga.
Yang pasti, ketika lansia melakukan aktivitas fisik, jangan terlalu dipaksakan. Jika dipaksakan dan berlebihan, bisa berisiko terhadap tulang dan persendian. Jadi, pastikan aktivitas fisik atau olahraga yang khusus dan aman.
Nah, satu hal penting lain, pastikan orang terdekat lansia memberikan motivasi atau dorongan agar ia mau berolahraga dan menjalankan pola hidup sehat.
Ajak dan temani lansia saat berolahraga, agar ia bersemangat. Dengan olahraga rutin dan teratur diharapkan lansia tetap dalam kondisi sehat dan prima meski usia terus bertambah.***
Hilman/ilustrasi: freepik.com
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri