Pasangan Lansia di China, Dirikan Dapur Amal Untuk Pasien Kanker


Berita Lansia - Mereka telah menyediakan layanan ini selama lebih dari dua dekade sebagai bentuk dukungan bagi keluarga yang merawat orang tercinta.

2024-10-15 23:49:17

Geriatri.id - Di sebuah gang dekat rumah sakit kanker di Nanchang, China, dua warga lanjut usia (lansia), Wan Zuocheng dan Hong Gengxiang, menjalankan sebuah dapur amal yang dikenal sebagai "dapur kanker." 

Mereka telah menyediakan layanan ini selama lebih dari dua dekade sebagai bentuk dukungan bagi keluarga yang merawat orang tercinta.

Baca juga: Kejahatan Dunia Maya dengan Target Lansia Meningkat Drastis

Setelah kisah mereka menjadi sorotan nasional, dapur sederhana ini mendapat apresiasi luas di seluruh negeri. 

"Apa pun situasinya, Anda tetap perlu makan makanan yang baik," ujar Wan dalam wawancara dengan South China Morning Post.

Dengan hanya 3 RMB, sekitar Rp5.000 atau $0,32, siapa pun dapat menggunakan dapur ini untuk memasak. Beberapa pasien kanker memilih memasak di sini agar bisa menikmati makanan rumah yang lebih familiar dibandingkan hidangan rumah sakit. Selain itu, dapur ini juga membantu keluarga pasien yang sedang merawat orang tercinta.

Pada awalnya, pada tahun 1993, Wan dan Hong mengelola restoran di sebelah Rumah Sakit Kanker Jiangxi. Namun, ketika restoran tersebut harus dibongkar, mereka beralih membuka warung sarapan di area yang sama.

Suatu hari pada tahun 2003, pasangan ini memutuskan untuk memulai dapur amal setelah seorang anak menolak perawatan medis dan hanya ingin makan masakan ibunya. 

"Kami mempersilakan mereka menggunakan dapur kami," cerita Wan.


Dapur ini berkembang seiring waktu. Mereka menambah peralatan seperti kompor dan oven serta menanggung biaya operasional seperti listrik, air, dan batu bara. 

Meskipun pengeluaran meningkat, dukungan dari masyarakat terus mengalir. Donasi bahkan melebihi kebutuhan operasional, dan hingga kini hampir 10.000 orang telah memanfaatkan dapur tersebut.

"Kami merasa sangat dekat dengan para pasien. Tanpa mereka, kami merasa sepi, dan mereka pun akan kesulitan tanpa kami," ungkap Wan kepada China Daily. 

Baca juga: 5 Jenis Sayuran Ini Bantu Turunkan Berat Badan dengan Efektif

"Banyak dari mereka adalah pasien kanker dan keluarga yang sedang melewati masa sulit."

Wan juga menegaskan komitmennya untuk terus membantu para pasien kanker.

"Selama saya mampu, saya akan terus membantu mereka," tegasnya.

Dalam budaya Tiongkok, makanan memiliki makna yang sangat mendalam. Bahkan, alih-alih menanyakan kabar, masyarakat sering menyapa seseorang dengan pertanyaan, "Apakah Anda sudah makan?" Sikap positif terbukti berperan penting dalam proses pemulihan, dan tidak ada yang lebih membangkitkan semangat selain menerima masakan rumah dari orang tercinta.

Pada tahun 2019, pemerintah setempat mendukung renovasi dapur ini dengan memindahkannya ke dalam ruangan. Fasilitas baru dilengkapi lebih dari 20 area memasak dan sistem ventilasi yang memadai. 

Setahun setelah renovasi, Wan dan Hong mendapatkan penghargaan sebagai salah satu “Orang yang Menggerakkan Tiongkok,” sebuah apresiasi nasional yang setara dengan penghargaan CNN Heroes.***

*Foto: Ilustrasi rumah kanker. (Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

Kapan Lansia Membutuhkan Pendamping di Rumah?

Orangtua 'Wajib' Ikut Posyandu Lansia

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026