Kenali Gangguan Pendengaran pada Lansia


Berita Lansia - Mungkin Anda pernah mengalami ketika berbicara dengan lansia, suara harus ‘dinaikkan’ sedikit. Kenapa? Karena kalau suara pelan, kebanyakan lansia sudah tak mampu mendengar dengan jelas.

2019-03-11 22:27:08

Geriatri.id - Mungkin Anda pernah mengalami, ketika berbicara dengan orangtua Anda atau lansia lainnya, suara harus ‘dinaikkan’ sedikit. Kenapa? Karena kalau suara kita pelan, kebanyakan orangtua sudah tak mampu mendengar dengan jelas. Alhasil, ia meminta kita untuk mengulang kata-kata tadi.

Ya, salah satu kendala yang umum dialami lansia adalah gangguan pendengaran. Gangguan ini bisa terjadi secara bertahap atau bahkan tiba-tiba.

Diperkirakan, satu dari tiga orang yang berusia antara 65 dan 74 tahun mengalami gangguan pendengaran. Hampir separuh dari lansia yang berusia lebih dari 75 tahun mengalami kesulitan pendengaran.

Adanya masalah pendengaran, membuat lansia kesulitan memahami pembicaraan orang lain dan mengalami kendala untuk bisa berbincang-bincang, baik dengan teman, keluarga, bahkan dokter. Walau terkesan sepele, namun hal ini bisa membuat ia malu bahkan frustasi!

Kenapa lansia mengalami masalah pendengaran? Seiring bertambahnya usia, seseorang secara perlahan bisa mengalami kondisi yang disebut dengan presbycusis. Alasan lalinya, seseorang mengalami gangguan pendengaran karena bertahun-tahun terpapar suara bising.

Banyak pekerja konstruksi, musisi, pekerja bandara, dan profesi lainnya mengalami masalah pendengaran karena sering terpapar suara bising.

Selain itu, kehilangan pendengaran juga dapat disebabkan oleh infeksi virus atau bakteri, kondisi jantung atau stroke, cedera kepala, tumor, dan obat-obatan tertentu.

Lalu bagaimana mengatasi kendala pendengaran pada orangtua kita atau lansia lainnya?

Salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah menggunakan alat bantu dengar yang dikenakan di dalam atau di belakang telinga.

Selain itu, bisa juga dilakukan Implan koklear adalah perangkat elektronik kecil yang ditanam dengan cara operasi di telinga bagian dalam yang membantu memberikan indera suara bagi orang-orang yang sangat tuli atau sulit mendengar.

Selain itu, upaya yang bisa kita lakukan untuk mencegah rasa malu dan frustasi lansia karena pendengarannya terganggu adalah:


1. Beri tahu teman dan keluarga Anda tentang gangguan pendengaran sang orangtua atau lansia. Anda. Mereka perlu tahu bahwa mendengar itu sulit bagi lansia.

2. Minta teman dan keluarga Anda untuk menghadap lansia ketika mereka berbicara. Jika Anda melihat wajah mereka bergerak dan melihat ekspresi mereka, akan membantu Anda untuk memahami mereka dengan lebih baik.

3. Minta orang untuk berbicara lebih keras, tetapi jangan berteriak. Beri tahu mereka bahwa mereka jangan bicara lambat, tapi cukup jelas.

4. Matikan TV atau radio jika lansia tidak mendengarkannya secara aktif.

5. Waspadai kebisingan di sekitar lansia yang dapat membuat pendengaran lebih sulit.***(hil)

Sumber: https://www.nidcd.nih.gov/health/hearing-loss-older-adults

Ilustrasi - Waspadai gangguan pendengaran pada lansia.(Pixabay)

Video Lansia Online

 

geriatri,lansia,lanjutusia,usialanjut,lansiasehat,pendengaranlansia,gangguanpendengaran,berita lansia

ARTIKEL LAINNYA

Peran Keluarga dalam Mendampingi Lansia

Mengenal Perubahan Tubuh di Usia Emas Saat Berpuasa

Habis Lebaran, Yuk Gerak Lagi

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +6281118379-101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026