Cegah Gaptek, Negara Tetangga RI Manfaatkan Teknologi AI untuk Lansia


Berita Lansia - Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, Singapura dan Malaysia mengambil langkah signifikan untuk memastikan warganya, khususnya kelompok lansia, tidak tertinggal di era kecerdasan buatan. 

2024-10-08 20:40:54

Geriatri.id - Seiring dengan pesatnya perkembangan teknologi, Singapura dan Malaysia mengambil langkah signifikan untuk memastikan warganya, khususnya kelompok lanjut usia (lansia), tidak tertinggal di era kecerdasan buatan (AI). 

Dengan inisiatif yang fokus pada pemberdayaan lansia melalui pengenalan teknologi AI, kedua negara ini berupaya mengatasi kesenjangan digital dan meningkatkan kualitas hidup warganya.

Malaysia: AI untuk Rakyat

Pada 16 Januari 2024, Menteri Ekonomi Malaysia, Rafizi Ramli meluncurkan program AI untuk Rakyat dengan tujuan menjembatani kesenjangan literasi digital. 

Program ini dirancang untuk memberikan dasar pengetahuan tentang AI kepada masyarakat, termasuk lansia. Harapannya, lansia tidak hanya menjadi pengguna pasif teknologi tetapi juga paham kegunaannya. 

"Disadari atau tidak, teknologi AI kini digunakan di sekitar kita," ujar Rafizi seperti dilaporkan Business Today. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Melalui program ini, peserta belajar memanfaatkan AI untuk berbagai kebutuhan sehari-hari, mulai dari pengenalan suara di ponsel, aplikasi generatif seperti ChatGPT, hingga aplikasi medis, layanan pelanggan, hiburan, dan analisis data.

Selain meningkatkan literasi AI, Malaysia juga fokus pada pembinaan bakat lokal dan pelatihan keterampilan digital. 

Upaya ini menjadi bagian dari visi besar Malaysia untuk menjadi negara dengan perekonomian berbasis digital pada 2030. 

Sektor lansia menjadi salah satu yang ditekankan, mengingat mereka kerap kali tertinggal dalam perkembangan teknologi.

Tidak hanya pemerintah yang terlibat dalam memberdayakan lansia, upaya serupa juga datang dari kalangan akademis. 

Profesor Tan Yun Yi dari Malaysia seperti dikutip dari  The Star telah meluncurkan platform Bengkel Teknologi Senior (BTS). Tujuannya membantu lansia mengatasi ketakutan terhadap teknologi. 

Melalui BTS, lansia belajar menggunakan aplikasi seperti belanja online, e-banking, dan e-wallet, yang mempermudah aktivitas sehari-hari mereka.

Singapura: Teknologi AI untuk lansia mandiri


Singapura juga tidak ingin ketinggalan dalam upaya mengintegrasikan AI ke dalam kehidupan lansia. 

Menteri Keuangan Singapura, Lawrence Wong mengumumkan investasi lebih dari Rp 11 triliun untuk mengembangkan teknologi AI dan sumber daya manusianya, seperti dikutip dari CNA. 

Pemerintah Singapura berkomitmen menciptakan teknologi yang memberdayakan manusia, memastikan setiap warga negara memiliki kesempatan belajar dan berkembang di era digital.

Salah satu inisiatif inovatif adalah program SHINESeniors, kolaborasi Singapore Management University dengan Tata Consultancy Services. 

Program ini menawarkan sistem sensor yang memantau kondisi rumah, memastikan keamanan dan memungkinkan mereka hidup mandiri tanpa harus dirawat di fasilitas kesehatan kecuali jika diperlukan. 

Teknologi ini memberikan lansia Singapura kebebasan untuk tetap tinggal di komunitas mereka dengan pengawasan minimal, sehingga mengurangi isolasi sosial dan kesepian.

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Langkah ini merupakan bagian dari upaya Singapura untuk menciptakan perencanaan kota berbasis teknologi yang lebih inklusif. 

Pemerintah Singapura berupaya agar teknologi dapat membantu kelompok masyarakat rentan, termasuk lansia untuk tetap aktif dan terlibat dalam kehidupan sosial tanpa terkendala teknologi.***

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Kapan Lansia Membutuhkan Pendamping di Rumah?

Orangtua 'Wajib' Ikut Posyandu Lansia

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026