Populasi Lansia Melonjak, Cina Hadapi Krisis Panti Jompo


Berita Lansia - Banyak lansia di Cina yang akhirnya ditempatkan di panti jompo.

2024-09-30 23:04:29

Geriatri.id - Lebih dari seperlima warga Cina saat ini berusia 60 tahun ke atas, dan diperkirakan jumlah lansia di negara itu akan mencapai 400 juta pada 2040. 

Kondisi ini menimbulkan pertanyaan mengenai bagaimana nasib para lansia di masa mendatang.

Menurut laporan dari CNA, banyak lansia yang akhirnya ditempatkan di panti jompo. Salah satu contohnya adalah Li Xiangkai, yang awalnya khawatir dianggap tidak berbakti karena mengirim orangtuanya ke panti. Namun, ia tidak menyesali keputusannya.

Menurut Xiangkai, ada berbagai kegiatan positif yang bisa dilakukan oleh lansia di panti jompo.

"Mereka akan memiliki banyak kegiatan, seperti menyanyi, menari, dan membuat kerajinan tangan," ujar Xiangkai.

Baca juga: Hari Lansia Sedunia 2024: Asal Usul, Tema dan Komitmen

Sebelumnya, ia khawatir orangtuanya tidak mendapatkan perawatan yang memadai karena kesibukannya bekerja penuh waktu. Bahkan, ia beberapa kali mendapati ibunya terjatuh tanpa ada yang bisa membantu.

Ibunya juga setuju untuk tinggal di panti jompo, yang mampu menyediakan perawatan khusus yang sulit ia dapatkan di rumah.

"Bakti bukan hanya dengan merawatnya setiap hari, tetapi juga memberikan lingkungan yang baik agar mereka bahagia," kata Li. 

"Ini juga merupakan bentuk bakti kita kepada orang tua," sambungnya.

Namun, ibunya merupakan bagian dari kelompok kecil yang berkembang pesat dalam sektor perawatan lansia di China. Sektor ini masih menghadapi tantangan seperti kekurangan tenaga terlatih dan keterbatasan pilihan perawatan yang terjangkau.

Fasilitas swasta seperti yang ditempati ibu Xiangkai cenderung mahal, sedangkan fasilitas umum yang lebih terjangkau memiliki daftar tunggu yang panjang. 


Sebagai contoh, sebuah panti jompo populer di Beijing dengan 1.100 tempat tidur memiliki 10.000 orang dalam daftar tunggu.

Kondisi di pedesaan bahkan lebih parah. Menurut laporan Xinhua, hanya tersedia 1,7 juta tempat tidur untuk lebih dari 100 juta lansia yang tinggal di daerah pedesaan.

Kekhawatiran mengenai keterjangkauan dan kualitas perawatan lansia, ditambah dengan nilai-nilai tradisional tentang bakti kepada orang tua, membuat sebagian besar anak-anak dewasa. 

Die China masih memilih untuk merawat orang tua mereka sendiri, meskipun hal ini bisa membebani kesejahteraan mereka.

Baca juga: 5 Rekomendasi Pansus Haji DPR: Revisi UU Hingga Kemenag Diisi Figur Kompeten

Namun, dengan adanya kebijakan satu anak yang diterapkan di China dari tahun 1980 hingga 2015, semakin sulit bagi keluarga kecil untuk merawat orang tua. Negara pun berupaya meringankan beban ini dan memastikan bahwa layanan perawatan dasar tersedia untuk semua.

Jumlah warga Cina yang berusia 60 tahun ke atas mencapai 297 juta pada akhir tahun lalu, lebih dari seperlima total populasi. Angka ini diperkirakan akan meningkat menjadi 402 juta pada 2040.

Menurut Komisi Kesehatan Nasional, sekitar 90 persen lansia di China dirawat oleh keluarga mereka, 7 persen mendapatkan perawatan dari komunitas, dan 3 persen berada di panti jompo. Model "9073" ini dinilai semakin sulit untuk dipertahankan, terutama karena keluarga kecil harus merawat orang tua dan kakek-nenek sekaligus.

Kondisi ini menambah tekanan pada angkatan kerja yang terus berkurang di tengah penurunan populasi. 


"Harus merangkap sebagai pembayar pajak dan pengasuh lansia," kata peneliti senior Zhao Litao dari Institut Asia Timur Universitas Nasional Singapura.

Sejauh ini, Cina dinilai belum sepenuhnya siap menghadapi cepatnya penuaan populasi. Pada tahun 2021, ada lima orang dewasa usia kerja yang mendukung setiap pensiunan, namun rasio ini diperkirakan akan turun menjadi dua atau kurang pada 2050.

"Inilah sebabnya kita perlu mengalihkan tanggung jawab perawatan orang tua penuh waktu kepada masyarakat," ujar Wu Yushao, Presiden Asosiasi Kesejahteraan Sosial dan Layanan Senior Cina. 

"Dengan adanya keluarga satu anak, model tradisional di mana anak-anak merawat orang tua tidak lagi memungkinkan."***

*Foto: Ilustrasi populasi lansia di China melonjak. (Pixabay)

Video Senior Podcast

 


ARTIKEL LAINNYA

Kapan Lansia Membutuhkan Pendamping di Rumah?

Orangtua 'Wajib' Ikut Posyandu Lansia

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026