
Geriatri.id - Setiap tanggal 1 Oktober, dunia memperingati Hari Lanjut Usia Internasional (International Day of Older Persons). Peringatan ini menjadi momentum yang mengingatkan akan pentingnya merawat dan menghormati orang lanjut usia (lansia).
Tahun ini, tema peringatan yang diinisiasi Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) sejak 1990 adalah "Ageing with Dignity: The Importance of Strengthening Care and Support Systems for Older Persons Worldwide" atau "Menua dengan Bermartabat: Pentingnya Memperkuat Sistem Perawatan dan Dukungan bagi Lansia di Seluruh Dunia."
Melalui peringatan Hari Lansia Internasional 2024, PBB menegaskan komitmen untuk memperkuat sistem perawatan yang mendukung kesejahteraan lansia dan pengasuh mereka.
Seiring bertambahnya usia global, tantangan dan peluang dalam merawat populasi yang menua semakin menjadi sorotan, terutama di negara berkembang.
Asal-usul dan signifikansi
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Menurut situs PBB, peringatan Hari Lansia Internasional berakar dari Resolusi 45/106 Majelis Umum PBB yang diadopsi pada 14 Desember 1990.
Inisiatif ini menjadi langkah penting setelah disahkannya Rencana Aksi Internasional Wina tentang Penuaan pada 1982 dan kemudian Rencana Aksi Internasional Madrid (2002) yang dirancang untuk menanggapi peluang dan tantangan dengan semakin meningkatnya populasi lansia.
Tantangan besar ini muncul di tengah peningkatan pesat jumlah lansia di dunia. Pada 2021, jumlah orang berusia 65 tahun atau lebih mencapai 761 juta jiwa.
Angka ini diproyeksikan meningkat menjadi 1,6 miliar pada tahun 2050. Bahkan, populasi berusia 80 tahun atau lebih tumbuh dengan kecepatan lebih tinggi. Ini menunjukkan perlunya perhatian lebih terhadap kesehatan dan perawatan sepanjang hayat.
Pentingnya perawatan dan dukungan
Tema Hari Lansia Internasional tahun ini menyoroti isu-isu mendasar terkait perawatan lansia, termasuk hak asasi manusia dan martabat mereka.
Dalam masyarakat yang semakin menua, penting menciptakan lingkungan yang mendukung lansia untuk mempertahankan kemandirian dan kualitas hidup mereka.
Hal ini mencakup layanan kesehatan lebih baik, akses terhadap dukungan sosial, serta penyesuaian lingkungan fisik untuk membantu mereka tetap aktif.
Tren penuaan global tidak hanya mengubah demografi, tetapi juga lanskap perawatan kesehatan.
Sistem dukungan perlu diperkuat, khususnya untuk mengatasi kondisi seperti demensia, yang memerlukan perhatian khusus dari tenaga kesehatan dan pengasuh.
Melindungi hak lansia dan pengasuh
Selain fokus pada penerima perawatan, peringatan ini juga menyoroti pentingnya melindungi hak-hak pengasuh, baik yang bekerja secara formal maupun informal.
PBB mendorong pendekatan perawatan yang berpusat pada orang, di mana martabat, keyakinan dan privasi lansia dijunjung tinggi.
Lansia juga memiliki hak berpartisipasi dalam pengambilan keputusan tentang perawatan dan kualitas hidup yang diinginkan.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Peringatan Hari Lansia Internasional menjadi panggilan global untuk memastikan setiap orang, termasuk lansia dapat menjalani hidup dengan bermartabat, didukung sistem perawatan memadai.
Dengan semakin meningkatnya jumlah lansia di dunia, peringatan ini tidak hanya relevan, tetapi mendesak untuk memastikan kualitas hidup mereka yang lebih baik di masa depan.***
*Ilustrasi - Hari Lansia Sedunia 2024.(Pixabay)
Video Senior Podcast
Geriatri.ID

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri