Kapan Waktu Terbaik untuk Berjemur?


Berita Lansia - Bblerjemur di pagi hari baik untuk kesehatan. Namun, tidak banyak yang tahu, jam berapa sinar matahari paling baik bagi tubuh. Hmm, coba menurut Anda, jam berapa yang paling tepat?

2019-12-27 20:00:49

Oleh: Prof. Dr. dr. Siti Setiati, SpPD-KGer, M.Epid, FINASIM 

Konon, berjemur di pagi hari baik untuk kesehatan. Namun, tidak banyak yang tahu, jam berapa sinar matahari paling baik bagi tubuh. Hmm, coba menurut Anda, jam berapa yang paling tepat?

Ternyata, sinar matahari pagi yang paling baik bagi tubuh adalah di atas pukul 09.00.  Mungkin Anda berpikir, di jam-jam itu, sinar matahari biasanya begitu menyengat. Selain itu, sinar matahari di atas jam 09.00 dianggap tak baik bagi kulit.

Namun ternyata, berjemur di bawah pukul 09.00 ternyata kurang dianjurkan karena ultra violet B (UVB) belum ada. Namun, UVB ini memberikan vitamin D yang baik bagi pertumbuhan tulang dan gigi. Sedangkan, UVA dan UVC tidaklah sehat.

Nah, ternyata UVB ini adanya adalah di pukul 9.00 ke atas hingga pukul 15.00. adapun  kebutuhannya berbeda. Berjemur sinar matahari pukul 09.00 ini cukup 15 menit. Kemudian, pada pukul 11.00 cukup 5 menit. Kemudian, semakin makin, semakin sedikit kebutuhannya. Perlu diingat, berjemur ini cukup tiga kali dalam seminggu.

Kesimpulan ini diperoleh setelah dilakukan pengamatan terhadap 74 lansia perempuan berusia 60-90 tahun yang tinggal di empa panti werda di Jakarta dan Bekasi.

Responden dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok kontrol dan kelompok intervensi.  

Pada kelompok kontrol diberikan kalsium sebanyak 1000 mg per hari. Sedangkan pada kelompok lainnya dipajankan matahari selama 6 minggu.

Bagaimana hasilnya? Ternyata hasil yang diukur sebelum dan setelah 6 minggu paparan sinar matahari adalah konsentrasi 25 (OH)D, PTH dan ion kalsium.

Disebutkan bahwa waktu paparan yang optimal selama 1 jam sebelum dan setelah tengah hari.

Kemudian, prevaensi defisiensi vitamin D pada perempuan lansia adalah 35,1 persen. Kemudian, pada kelompok yang terpapar sinar matahari konsentrasi 25 (OH) D meningkat lebih tinggi ketimbang yang tak terpajan, yaitu 51,8 persen disbanding 12,5 persen.

Bagi wanita lansia, vitamin D berfungsi untuk mencegah osteoporosis, osteomalasia, kelemahan otot, jatuh dan fraktur oseoporotik. Sinar matahari ekonomis dan paling murah ketimbang suplemen vitamin D. Namun, jangan berlebihan karena dapat berisiko mengalami kanker kulit.***(Hil)

Foto ilustrasi : freepik.com

 

fkui,rscm,geriatri,gerontologi,lansia,lanjutusia,usialanjut,lansiasehat,berjemur

ARTIKEL LAINNYA

Renta Itu Apa? Ketika “Sudah Tua” Bukan Lagi Penjelasan yang Cukup

Singapura Putar Otak Wujudkan Negara Ramah Lansia

Bukan Sekadar Nostalgia, Ini Alasan Lansia Senang Mengenang Masa Lalu

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri.ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026