Kakak Beradik Lumpuh Layuh yang Dirawat Lansia Dapat Bantuan dari Kemensos


Berita Lansia - Legimanto, lansia berusia 63 tahun asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) merawat dua anak kansungnya yang mengalami lumpuh layuh. 

2024-09-29 22:16:58

Geriatri.id - Legimanto, lansia berusia 63 tahun asal Kabupaten Blora, Jawa Tengah (Jateng) merawat dua anak kansungnya yang mengalami lumpuh layuh. 

Kementerian Sosial (Kemensos) melalui Sentra Margo Laras di Pati dan Direktorat Rehabilitasi Sosial Penyandang Disabilitas memberikan bantuan kepada kakak beradik penyandang disabilitas fisik tersebut. 

Gunawan (41) dan adiknya Wahid (36) mengalami lumpuh layu dengan gejala kedua kaki kaku, sedangkan kedua tangannya mengalami gejala sama tetapi masih bisa digunakan beraktivitas. 

Kepala Sentra Margo Laras di Pati, Proboretno Kuncororini mengatakan, Kemensos telah melakukan berbagai upaya membantu pemulihan kedua kakak beradik tersebut. 

Salah satunya dengan membawa keduanya untuk melakukan pemeriksaan kesehatan di RSUD Soetijono Blora. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

“Menurut dokter, keduanya mengalami autoimun genetic, dan ini kasusnya cukup langka,” ujar Proborento di Blora, Senin 23 September 2024. 

Kemensos, lanjut dia, juga memfasilitasi CT scan dan pemeriksaan lainnya.

Penyakit langka yang diderita Gunawan dan Wahid menyebabkan mata buram dan ucapan tidak jelas atau pelo. Namun, keduanya masih bisa beriteraksi dengan warga sekitar. 

Mereka melakukan aktivitas keseharian dengan cara merambat ke dinding sebagai pegangan. Keduanya terpaksa berhenti berhenti bekerja dan bergantung kepada ayah Legimanto.

Untuk memulihkan kondisi, Gunawan dan Wahid akan diberikan program terapi wicara dan fisioterapi selama delapan kali sebulan di RSUD Blora. 


“Bantuan aksesibilitas berupa kruk dan walker kaki 4 juga diberikan untuk membantu keduanya dalam proses terapi,” kata Proboretno. 

Kemensos membantu biaya operasional selama proses pengobatan di rumah sakit. Keduanya juga diusulkan mendapatkan bantuan permakanan disabilitas dimana penerima manfaat diberikan makanan bernutrisi tiga kali sehari sehingga tidak perlu lagi memasak atau membeli makanan. 

Program ini akan membantu mengurangi beban Legimanto dalam mengurus kesua anaknya.

Kemensos juga mengurus administrasi keluarga Gunawan dan Wahid ke Dinas Dukcapil Blora dan berkoordinasi dengan Kepala Desa setempat terkait dengan pengusulan bantuan sosial Program Keluarga Harapan (PKH). 

Koordinasi dengan kepala desa sekaligus mengusulkan gotong royong membangun kandang ternak di luar rumah dengan biaya pembangunan ditanggung Kemensos. 

Selama ini, Gunawan dan Wahid tidur di kamar berdempetan dengan kandang kambing. 

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Bantuan lain juga diberikan Kemensos termasuk sembako, nutrisi, kebersihan diri, dan perlengkapan kamar.***

Sumber:Kemensos

*Kemensos memberikan bantuan kepada kakak beradik penyandang disabilitas fisik di Blora, Jawa Tengah.(Foto:Kemensos)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Kapan Lansia Membutuhkan Pendamping di Rumah?

Orangtua 'Wajib' Ikut Posyandu Lansia

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026