.png)
Geriatri.id - Ada pandangan yang mengatakan bahwa lansia sebaiknya tidak terlalu sering mandi, namun hal ini bukan berarti lansia tidak boleh mandi sama sekali.
Frekuensi mandi untuk lansia perlu disesuaikan dengan kondisi kulit dan kesehatan mereka.
Berikut adalah beberapa alasan mengapa mandi terlalu sering kurang disarankan bagi lansia:
1. Kulit Lansia Lebih Rentan terhadap Kekeringan
Seiring bertambahnya usia, kulit lansia cenderung menjadi lebih tipis dan kering karena produksi minyak alami kulit berkurang.
Baca juga: Pertemuan Mensos - Lantip Indonesia Bahas Upaya Ciptakan Lansia Aktif
Mandi terlalu sering, terutama dengan air panas dan menggunakan sabun yang keras, dapat menghilangkan minyak alami kulit. Hal ini bisa menyebabkan kulit kering, iritasi, bahkan pecah-pecah.
Menurut American Academy of Dermatology, lansia yang mengalami kulit kering sebaiknya membatasi mandi terlalu sering untuk mencegah kerusakan kulit.
2. Risiko Infeksi Kulit
Kulit yang terlalu kering dapat memicu masalah lain seperti eksim atau dermatitis, yang bisa meningkatkan risiko infeksi.
Jika mandi terlalu sering menghilangkan lapisan pelindung minyak alami kulit, kulit menjadi lebih rentan terhadap iritasi dan bakteri yang bisa menyebabkan infeksi.
3. Risiko Terpeleset atau Jatuh
Bagi lansia, mandi di kamar mandi yang licin juga meningkatkan risiko jatuh, terutama jika mereka tidak menggunakan alas kaki yang aman atau pegangan untuk menjaga keseimbangan.
Jatuh dapat berakibat fatal bagi lansia, menyebabkan cedera seperti patah tulang.
Panduan Mandi yang Aman untuk Lansia
Tidak ada aturan yang kaku, namun lansia dengan kulit sensitif sebaiknya mandi setiap 2-3 hari sekali. Jika tidak banyak berkeringat, membersihkan area penting seperti wajah, ketiak, dan selangkangan setiap hari mungkin cukup.
Baca juga: Hati-hati Penggunaan Antibiotik yang Tidak Bijak Picu Resistensi Bakteri
Gunakan air hangat, bukan air panas, karena air panas dapat memperburuk kekeringan kulit, jadi mandi dengan air hangat lebih dianjurkan.
Sabun dengan bahan kimia keras dapat menyebabkan iritasi. Gunakan sabun yang lembut atau sabun yang dirancang khusus untuk kulit sensitif lebih baik untuk lansia.
Lansia juga dianjurkan untuk menggunakan pelembap setelah mandi untuk membantu menjaga kelembapan kulit dan mencegah kekeringan.
Dengan perawatan yang tepat dan frekuensi mandi yang disesuaikan, lansia tetap bisa menjaga kebersihan tanpa risiko berlebihan terhadap kulit dan kesehatan mereka.***
*Foto: Ilustrasi mandi. (Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri