Angka Harapan Hidup Tinggi Bawa Konsekuensi Finansial di Masa Tua


Berita Lansia - Angka harapan hidup di Jepang mencapai 84 tahun atau di atas rata-rata dunia, yaitu 73 tahun. Tingginya usia harapan hidup membawa konsekuensi populasi lansia di Negeri Sakura juga ikut tinggi. 

2024-09-27 09:30:04

Geriatri.id - Angka harapan hidup di Jepang mencapai 84 tahun atau di atas rata-rata dunia, yaitu 73 tahun. Tingginya usia harapan hidup membawa konsekuensi populasi lansia di Negeri Sakura juga ikut tinggi. 

Jepang menempati posisi kedua populasi lansia di dunia dengan 30 persen penduduk berusia di atas 65 tahun. Dari jumlah itu, ada 90 ribu-an diantaranya centenarian atau orang berusia 100 tahun.

Salah satu konsekuensi dari angka harapan hidup yang tinggi adalah masalah finansial dalam menghadapi hari tua. 

Semakin panjang usia seseorang, semakin besar kebutuhan tabungan hari tua yang dibutuhkan. 

Kebutuhan dana pensiun atau dana untuk biaya hidup di masa tua yang umumnya tidak produktif, akan bergantung berapa lama mereka hidup.

Untuk mengetahui besaran dana pensiun yang dibutuhkan dapat dihitung dari total pengeluaran tahunan dengan perkiraan berapa lama usia harapan hidup. 

Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia

Misalnya, warga Jepang berniat untuk pensiun di usia 55 tahun. Dengan asumsi angka harapan hidup 85 tahun, dibutuhkan dana pensiun yang bisa mencukupi kebutuhan hidup selama 30 tahun ke depan. Angka itu belum termasuk perhitungan asumsi inflasi per tahun.

Semakin besar target dana pensiun, akan semakin besar uang yang harus disisihkan per bulan atau tahunnya. 

Kesulitan finansial di masa tua bisa mendorong lansia melakukan perbuatan kriminal. 

Menurut laporan Pemerintah Jepang pada 2021 yang dikutip The Economist, jumlah pelaku kriminal di atas usia 65 tahun di Jepang mengalami peningkatan lebih dari dua kali lipat selama 20 tahun terakhir.

Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung

Dikutip dari BBC International, lansia pelaku kriminalitas di Jepang menganggap penjara sebagai tempat menyambung hidup terbaik. 

Di penjara, mereka merasa mendapatkan tempat tinggal, mendapat layanan kesehatan 24 jam, dan kebutuhan hidup dasar terpenuhi.*** 

*Ilustrasi - Populasi lansia di Jepang.(Pixabay)

Video Senior Podcast


ARTIKEL LAINNYA

Kapan Lansia Membutuhkan Pendamping di Rumah?

Orangtua 'Wajib' Ikut Posyandu Lansia

10 Negara Tertua di Dunia: Usia Boleh Tua, tapi Tetap Eksis

“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”

Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.

HUBUNGI KAMI :

Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri

Logo Geriatri Monochrome

Dikelola oleh PT Seratus Satu Media - Produksi 2026