
Geriatri.id - Hari Alzheimer Sedunia tahun ini diperingati pada Sabtu, 21 September 2024. Momen ini menjadi pengingat pentingnya memahami kebiasaan sehari-hari yang dapat meningkatkan risiko Alzheimer, salah satu penyebab paling umum dari demensia.
Menurut Mayo Clinic, Alzheimer terjadi karena perubahan di otak yang menyebabkan penumpukan protein tertentu. Kondisi ini menyebabkan otak menyusut dan sel-sel otak perlahan mati.
Pada tahap awal, Alzheimer sering kali ditandai dengan lupa percakapan atau kejadian baru-baru ini.
Namun, seiring waktu, penyakit ini berkembang menjadi masalah serius yang mempengaruhi kemampuan ingatan dan aktivitas sehari-hari.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Ada banyak faktor yang mempengaruhi risiko Alzheimer, termasuk kebiasaan yang jarang disadari. Karena itu, penting untuk menghindari beberapa kebiasaan berikut agar tetap sehat hingga usia senja.
1. Malas gerak
Gaya hidup yang minim aktivitas fisik bisa memperlambat otak dan berkontribusi terhadap sejumlah penyakit, termasuk Alzheimer.
Dikutip dari Hindustan Times, olahraga dapat meningkatkan aliran darah ke otak, meningkatkan detak jantung, serta melepaskan endorfin yang membantu menjaga fungsi kognitif.
Olahraga rutin menjadi kunci untuk mencegah penurunan fungsi otak seiring bertambahnya usia.
2. Sering begadang
Kurang tidur dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko Alzheimer. Begadang menyebabkan rasa kantuk berlebih di siang hari dan menurunkan produktivitas.
Lebih buruk lagi, kurang tidur dapat meningkatkan kadar protein tau di otak -protein yang terkait langsung dengan penurunan kognitif dan Alzheimer.
Baca Juga: Riset Optimasi Ekstrak Daun Kelor Sebagai Obat Alzheimer
3. Jarang minum air putih
Kurangnya asupan cairan atau dehidrasi dapat berkontribusi pada gangguan kognitif, termasuk demensia.
Orang dewasa dianjurkan minum setidaknya delapan gelas atau dua liter air setiap hari. Kebiasaan ini penting untuk menjaga fungsi otak tetap optimal.
4. Sering mengonsumsi obat tanpa resep dokter
Mengonsumsi obat-obatan tanpa resep, terutama dalam jangka panjang dapat membahayakan otak dan meningkatkan risiko gejala demensia.
Konsultasikan dengan tenaga medis sebelum mengonsumsi obat, terutama bagi lansia.
5. Sering mengonsumsi makanan olahan
Pola makan yang buruk berkontribusi terhadap risiko Alzheimer. Menurut penelitian yang dipublikasikan di Journal of Alzheimer's Disease, mengonsumsi makanan olahan seperti sosis, nugget, dan burger berhubungan dengan peningkatan risiko Alzheimer.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Sebaliknya, pola makan yang kaya buah dan sayur mendukung kesehatan otak.
Peringatan Hari Alzheimer Sedunia menjadi pengingat bagi semua orang untuk menjaga kesehatan otak dengan menjalani gaya hidup sehat dan aktif.
Menghindari kebiasaan yang berpotensi memicu Alzheimer bisa membantu memperpanjang usia kognitif dan meningkatkan kualitas hidup di usia senja.***
*Ilustrasi - Makanan olahan.(Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri