
Geriatri.id - Kanker paru merupakan salah satu jenis kanker yang paling mematikan di dunia. Biasanya kanker paru mudah terjadi pada seseorang perokok aktif maupun seseorang yang sering terpapar asap rokok.
Menurut lembaga riset kanker International Agency for Research on Cancer (IARC), kasus kanker baru di dunia mencapai 20 juta kasus, dengan jumlah kematian 9,7 juta kasus.
Dari angka ini, kanker paru memiliki kasus terbanyak yaitu 12,4% diikuti kanker payudara 11,6%.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI mencatat sekitar 34 ribu kasus baru kanker paru di Indonesia yang diikuti dengan angka kematian tinggi, hampir 88 persen, atau setara 30 ribu - 31 ribu kasus.
Menurut pengertiannya, kanker paru adalah pertumbuhan sel kanker yang tidak terkendali dalam jaringan paru. Ini dapat disebabkan sejumlah karsinogen lingkungan, terutama asap rokok.
Baca Juga: 14 Sindrom Geriatri yang Sering Dikeluhkan Lansia
Selain perokok, kanker paru juga mudah menyerang masyarakat yang bekerja dengan asbes, arsen, kromat, nikel, klorometil eter, gas mustard dan paparan oven arang.
Gejala kanker paru
Pada tahap awal, kanker paru tidak menyebabkan gejala apapun. Namun ketika berada pada tahap tertentu akan muncul gejala sebagai berikut:
1. Sakit kepala
2. Berat tubuh menurun
3. Kehilangan selera makan
4. Suara menjadi serak
5. Perubahan pada bentuk jari, yaitu ujung jari menjadi cembung
6. Pembengkakan pada muka atau leher
7. Batuk berkelanjutan dan bertambah parah hingga akhirnya mengalami batuk darah
8. Mengalami sesak napas dan rasa nyeri di dada.
Dengan mengetahui dan memahami gejalanya, masyarakat diharapkan segera melakukan pemeriksaan ke fasilitas kesehatan terdeekat.
Langkah ini agar pasien bisa mendapatkan penanganan sedini mungkin dari petugas kesehatan, sehingga gejala kanker paru tidak bertambah lebih parah.
Mencegah risiko kanker paru
Menerapkan gaya hidup sehat mulai dari berhenti dari kebiasaan merokok hingga pola makan dan aktivitas fisik, dapat membantu mencegah resiko kanker paru.
Berikut enam langkah hidup sehat yang mudah untuk mencegah risiko terkena kanker paru:
1. Berhenti merokok dan menjauhi paparan asap rokok
Merokok merupakan penyebab utama penyakit kanker paru.
Menghindari rokok dan menjauhi tempat-tempat dengan banyak asap rokok adalah langkah paling efektif untuk mencegah resiko terkena kanker paru.
2. Hindari karsinogen di tempat kerja atau lingkungan sekitar
Penting mengetahui bahan kimia dan zat berbahaya yang mungkin ada di tempat kerja atau lingkungan sekitar, seperti asbestos, radon, arsenik, dan bahan kimia industri lainnya.
Lindungi diri dengan menggunakan alat pelindung diri dan memastikan tempat kerja memiliki ventilasi yang baik sehingga dapat membantu mengurangi risiko ini.
3. Menerapkan pola makan sehat
Mengkonsumsi makanan yang kaya akan gizi seperti buah dan sayuran dapat membantu mengurangi risiko kanker paru-paru.
Makanan yang mengandung vitamin, mineral, antioksidan dan nutrisi lain dapat melindungi sel-sel tubuh dari pertumbuhan sel kanker.
4. Mengurangi konsumsi alkohol
Upaya pencegahan risiko kanker paru lainnya adalah mengurangi mengonsumsi minuman beralkohol atau menghindarinya.
Kandungan alkohol dapat meningkatkan risiko terjadinya peradangan pada organ dalam tubuh, termasuk paru-paru yang dapat memicu tumbuhnya sel kanker.
5. Olahraga teratur dan istirahat cukup
Melakukan aktivitas fisik secara teratur dan istirahat cukup dapat meningkatkan sistem kekebalan tubuh dan membantu menjaga berat badan yang sehat.
Keduanya dapat berkontribusi dalam mengurangi terkena risiko kanker paru.
6. Skrining kanker paru secara rutin
Selain menerapkan gaya hidup sehat, melakukan skrining kanker paru secara rutin juga dapat mengurangi risiko terkena penyakit itu.
Baca Juga: Tanya Jawab Masalah Kesehatan Jantung
Apalagi bagi mereka yang memiliki faktor risiko seperti riwayat keluarga kanker paru atau riwayat merokok, sehingga dapat terdeteksi sedini mungkin untuk dapat segera dilakukan penanganan medis yang tepat.
Mencegah risiko kanker paru melalui peran gaya hidup sehat adalah langkah yang sangat mungkin untuk dilakukan dan memiliki dampak besar.
Kesadaran dan tindakan yang konsisten dalam memilih gaya hidup sehat tidak hanya mengurangi risiko kanker paru, tetapi juga berkontribusi pada kesejahteraan umum.***
Sumber: Kemenkes
*Ilustrasi - Kanker paru mudah terjadi pada seseorang perokok aktif maupun seseorang yang sering terpapar asap rokok.(Pixabay)
Video Senior Podcast
“Pada 2025, jumlah lansia diperkirakan mencapai sekitar 33,9 juta jiwa, setara lebih dari 11,8–12 % dari total populasi, menempatkan Indonesia secara resmi dalam era populasi menua.”
Geriatri-ID

Geriatri-ID adalah wahana digital yang menyajikan informasi dan edukasi terpercaya mengenai gaya hidup senior, 50 hingga 100 tahun.
Email : geriatri.co.id@gmail.com
Whatsapp : +628111379101
DM Instagram : id_geriatri